Menurut BI, Ini 4 Kunci Ampuh agar Indonesia Terhindar dari Resesi

Kompas.com - 16/07/2020, 18:37 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memberberkan sejumlah langkah yang bakal dilakukan otoritas fiskal dan moneter agar pemulihan ekonomi RI makin cepat. Cepatnya pemulihan membuat RI terhindar dari resesi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada 4 langkah utama yang menjadi kunci pemulihan ekonomi di tahun 2020 bisa tercapai dan mampu menggenjot pertumbuhan di tahun 2021.

"Pertama, sesuai instruksi Presiden membuat sektor ekonomi yang produktif dan aman. Kepatuhan terhadap protokol Covid-19 menjadi penting agar pembukaan berbagai sektor ekonomi mendorong pemuluhan ekonomi sekaligus tetap aman," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (16/7/2020).

Langkah kedua adalah mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Realisasi APBN yang cepat diperlukan untuk meningkatkan permintaan domestik.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Resesi

Untuk mempercepat realisasi APBN, pemerintah harus fokus. Untuk itu Bank Indonesia bakal membantu pemerintah dalam pendanaan APBN dan bagi-bagi beban (burdem sharing).

"Dalam SKB tanggal 7 Juli kami sampaikan, untuk pendanaan public goods dari BI Rp 397 triliun. Dananya memang dari penerbitan SBN tapi BI akan menanggung sebagian biaya sebagiannya," papar Perry.

Kunci ketiga adalah kemajuan program restrukturisasi kredit, utamanya dari perbankan. Menurut Perry, sejauh ini perbankan telah mempercepat restrukturisasi kredit dan melewati masa puncak restrukturisasi pada April dan Mei 2020.

Selama Juni 2020, bank sudah merestrukturisasi Rp 871,6 triliun.

"Dari Rp 871,6 triliun, restrukturisasi kredit UMKM yang terbesar yakni Rp 309,3 triliun, korporasi Rp 164,7 triliun, kredit komersial Rp 130,9 triliun, dan kredit konsumsi Rp 119,2 triliun. Sejumlah bank juga memberikan kredit modal kerja," jelas Perry

Langkah terakhir adalah digitalisasi ekonomi dan keuangan. Untuk itu, BI telah mendigitalisasi sistem pembayaran, digitalisasi penyaluran bantuan sosial, elektronifikasi Pemerintah Daeraj, dan elektronifikasi transportasi.

"Perbankan juga gencar melakukan digitalisasi. Apalagi di tengah pandemi, minat masyarakat semakin tinggi terhadap digitalisasi. Saya kira 4 langkah itu dengan langkah-langkah bersama akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkas Perry.

Baca juga: Bank Dunia: Lonjakan Utang Bisa Hambat Proses Pemulihan Ekonomi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X