Menkop Teten: Baru 24 Persen Dana PEN yang Terserap untuk UMKM

Kompas.com - 16/07/2020, 20:02 WIB
Menkop UKM Teten Masduki bersama ke-8 Startup, di Jakarta, Rabu (15/7/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAMenkop UKM Teten Masduki bersama ke-8 Startup, di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan bahwa realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) untuk koperasi dan UMKM belum mencapai 100 persen penyerapannya.

Ia menyebut hingga saat ini baru 24 persen dana yang terserap dari total anggaran PEN yang diberikan untuk UMKM.

"Di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah teralokasi ada Rp 124 triliun dana untuk membantu membantu relaksasi pembiayaan. Untuk di koperasi sendiri baru sekitar 24 persen yang diserap," ujarnya dalam konferensi pers bersama BNPB yang disiarkan melalui YouTube, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Bukan Cuma Modal dan Covid-19, UMKM juga Terkendala Pasar hingga Bahan Baku

Selain itu Teten juga mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) akan menargetkan 50 persen penyerapan dana hingga Juli 2020.

Dengan begitu dia optimis sebelum memasuki bulan September dana PEN sudah berhasil diserap sebesar 100 persen.

"Target kita di akhir Juli ini ada 50 persen dana PEN yang akan terserap. Kan program PEN sampai September, Insya Allah sebelum September kita sudah mencapai 100 persen," katanya.

Selain itu Teten juga meminta para pelaku UMKM agar bisa menyesuaikan industrinya dengan permintaan yang ada di masyarakat.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM di Sektor Pertanian, Kemenkop UKM Gandeng 8 Startup

Misalnya saja, dia mencontohkan, dengan membuat alat kesehatan atau barang-barang produk rumahan yang saat ini banyak dibutuhkan orang saat harus berada di rumah saja.

Ia berpendapat, dengan begitu bisa membuat para UMKM kembali memiliki pendapatan di tengah pandemi ini.

"Yang kita coba dampingi di awal adalah bagaimana melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk sesuai permintaan market. Seperti usaha rumahan, daster, celana pendek, itu omzetnya bisa sampai 3 kali lipat, makanya kita arahkan mereka terus-menurs untuk membuat produk-produk yang diminta di pasar saat ini," jelasnya.

Di sisi lain, Teten juga gencar mendorong para pelaku UMKM untuk mau bergabung dengan program pelatihan yang telah diinisiasinya.

Baca juga: Hampir Seluruh UMKM di Indonesia Turun Penjualannya di Masa Pandemi

Program pelatihan tersebut pun dibentuk dengan melakukan kolaborasi bersama dengan perusahaan-perusahaan e-commerce besar di Indonesia.

"Banyak program yang kami buat, baik itu program Kakak Asuh KUKM dan banyak lagi. Melalui program ini mereka bisa diberi pelatihan dan pendampingan agar bisa terjun ke market digital, dengan begitu pelaku UMKM bisa kembali bergeliat," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X