Ekonom: Peningkatan Jumlah Penduduk Miskin Akan Dekati Proyeksi Skenario Sangat Berat

Kompas.com - 17/07/2020, 13:46 WIB
Ilustrasi: Warga beraktivitas di permukiman kumuh kampung nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018).  KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi: Warga beraktivitas di permukiman kumuh kampung nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018).

Untuk diketahui, beberapa program bansos yang dikucurkan pemerintah selama pandemi adalah bansos tunai atau sembako untuk masyarakat Jabodetabek, bansos tunai kepada masyarakat non Jabodetabek, Program keluarga Harapan (PKH) yang pesertanya ditingkatkan dari 9,2 juta orang menjadi 10 juta keluarga, Kartu Prakerja, Kartu Sembako, hingga subsidi listrik.

Sebelumnya, Bank Dunia pun memproyeksi, akibat pandemi, jika pemerintah tidak segera melakjkan langkah-langkah untuk membantu rumah tangga terdampak, maka jumlah penduduk miskin di Indonesia bisa melonjak 5,5 juta hingga 8 juta orang di 2020.

Lead Economist Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander menjelaskan, peningkatan penduduk miskin tersebut terjadi bila skenario terburuk pertumbuhan ekonomi yang negatif 2 persen terealisasi.

"Terutama jika tudak ada bansos. Jadi tanpa ada dukungan pemerintah, akan ada jutaan orang jatuh ke jurang kemiskinan," ujar dia.

Baca juga: BPS: Dampak Covid-19, Penduduk Miskin Naik Jadi 26,42 Juta Orang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X