Kompas.com - 17/07/2020, 14:25 WIB
Ilustrasi E-commerce Enterpreneur AcademyIlustrasi E-commerce

"Jadi kalau yang saya lakukan, semua campaign yang ada itu kita hajar semua," kata Fitria.

Memang, volume penjualan yang tinggi bukan berarti mendapatkan untung yang tinggi. Oleh sebab itu, Fitria punya strategi tersendiri untuk mengatasinya.

Ia bilang, produknya terbagi dua list, yakni produk yang banyak dicari pembeli tapi keuntungannya sedikit, dan produk yang tak banyak dicari tapi menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Baca juga: Utang Indonesia Per Mei 2020 Naik Tembus Rp 5.868 Triliun, Ini Penyebabnya

Produk dengan banyak peminatnya itu memang yang sering diikuti dalam program promo, sehingga potongan harganya besar dan keuntungannya sedikit. Tapi ini menarik banyak pembeli untuk mampir ke toko online-nya.

Alhasil, membuat pembeli pun melirik produk lain di tokonya. Pada akhirnya mereka tidak hanya membeli satu produk, melainkan produk lain yang ternyata memberikan keuntungan lebih besar bagi toko.

"Ini akan beri pengaruh ke produk-produk yang lainnya. Jadi orang tuh datang bukan beli satu produk yang peminatnya banyak, tapi juga produk-produk yang lainnya yang untungnya lebih besar, disitulah kita dapat profitnya," ungkapnya.

Baca juga: Karier Zulficar Mochtar di KKP, Direkrut Susi, Diberhentikan Edhy

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X