Jadilah Konsumen Pintar, Ini Cara Memanfaatkan Promo di E-commerce

Kompas.com - 17/07/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi E-commerce SHUTTERSTOCKIlustrasi E-commerce

JAKARTA, KOMPAS.com - Hidup dengan kemajuan teknologi yang tinggi seperti saat ini memang sangat memudahkan, khususnya dalam hal berbelanja. Kini orang tak perlu lagi repot-repot pergi ke toko fisik, cukup dengan belanja secara online maka barang yang dibeli diantar ke rumah.

Selain sangat praktis, beragam promo yang ditawarkan platform e-commerce juga membuat banyak orang lebih suka belanja secara online. Potongan harga hingga ongkos kirim gratis ditawarkan tanpa henti.

Tapi hal ini perlu diantisipasi, salah-salah malah membuat jadi boros saat belanja online karena banyaknya penawaran menarik. Lantaran, dengan istilah 'mumpung murah' jadi segalanya serba dibeli.

Baca juga: PT Pos Indonesia Catat Kenaikan Pengiriman Barang E-commerce Selama Pandemi

Financial Planner KikauTalk Syarqiyah Kaukabus mengatakan, promo memang bisa dimanfaatkan tapi perlu dilakukan dengan cermat.

Ia mengungkapkan, ada beberapa tips yang bisa digunakan oleh para pemburu promo di e-commerce agar tetap dapat berbelanja tanpa boros uang.

Fokus

Pertama, fokuslah saat berbelanja. Buat daftar barang yang akan dibeli. Pastikan saat masuk ke aplikasi e-commerce yang dibeli adalah barang yang ada di dalam daftar.

Selain itu, perhatikan pula kemampuan bujet yang dimiliki, jadi bisa menentukan mau produk dengan harga berapa yang akan dibeli. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan harga antara satu toko dengan toko lainnya.

"Sesuaikan dengan apa sih sebenernya yang kita butuhkan dan berapa sebenarnya yang sudah kita anggarkan," kata dia webinar Lazada mengenai promo dalam e-commerce, Jumat (17/7/2020).

Perhatikan Potongan Harganya

Kemudian, perhatikanlah potongan harga yang ditawarkan dalam promo, bukan besaran diskonnya. Sebab, seringkali angka diskon sangat besar tapi sebenarnya nominal potongan harganya kecil. Jadi perlu cermat disini.

Lalu, saat mencari produk yang dibutuhkan dan ternyata tepat dengan adanya promo pada produk tersebut, maka jangan sia-siakan kesempatan. Ada baiknya langsung membeli, karena promo seringkali waktunya terbatas dan membuat barang cepat habis.

Baca juga: Ada Pandemi, Penjualan Makanan dan Minuman Via E-Commerce Melonjak

"Jadi suka ada flash sale, (kalau barangnya ada di sana) manfaatkan, langsung beli. Flash sale kan cepat waktunya," saran wanita yang akrab disapa Kiki tersebut.

Pastikan Memang Dibutuhkan

Sesudah memasukkan beragam produk ke dalam keranjang belanja online, maka hal perlu dilakukan sebelum menyelesaikan pembayaran adalah memastikan apakah produk benar-benar dibutuhkan.

Sebab, jika hanya mengandalkan pemikiran bahwa itu barang promo tentu keinginannya adalah membeli semua barang, dan mengesampingkan soal butuh atau tidak.

"Kalau sudah selesai semua, dan mau payment, pakai prinsi attention 10 seconds rules, kita lihatin barang ini dan pikir butuh atau enggak yah? Pastiin itu dulu, cukup hanya 10 detik," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INACA Prediksi Industri Penerbangan Mulai Pulih pada 2022

INACA Prediksi Industri Penerbangan Mulai Pulih pada 2022

Rilis
[TREN WISATA KOMPASIANA] Berkemah di Tepi Situ Patenggang | Begini Rasanya Kena Prank Tebing Keraton dan Tahura

[TREN WISATA KOMPASIANA] Berkemah di Tepi Situ Patenggang | Begini Rasanya Kena Prank Tebing Keraton dan Tahura

Rilis
Lantik 113 Pejabat Fungsional, Kemenaker: Harus Kolaboratif

Lantik 113 Pejabat Fungsional, Kemenaker: Harus Kolaboratif

Rilis
Kemenaker Minta BPJS Kesehatan Percepat Integrasi Data Kepesertaan JKP

Kemenaker Minta BPJS Kesehatan Percepat Integrasi Data Kepesertaan JKP

Rilis
2020, BNI Seoul Catat Pertumbuhan Kredit 59 Persen

2020, BNI Seoul Catat Pertumbuhan Kredit 59 Persen

Rilis
Pakai Aplikasi Ini, Transfer Uang Antar Bank Bisa Bebas Biaya

Pakai Aplikasi Ini, Transfer Uang Antar Bank Bisa Bebas Biaya

Whats New
Pengiriman Barang E-Commerce Diproyeksi Naik hingga 5 Kali Lipat

Pengiriman Barang E-Commerce Diproyeksi Naik hingga 5 Kali Lipat

Whats New
Adhi Commuter Properti Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar

Adhi Commuter Properti Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar

Whats New
[TREN LOVE KOMPASIANA] Pria Cuek Lebih Menarik Wanita | Alasan Wanita Lebih Memilih untuk Menikahi Pria Lebih Tua

[TREN LOVE KOMPASIANA] Pria Cuek Lebih Menarik Wanita | Alasan Wanita Lebih Memilih untuk Menikahi Pria Lebih Tua

Rilis
Coca-Cola Amatil Indonesia Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Senilai Rp 556,2 Miliar

Coca-Cola Amatil Indonesia Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Senilai Rp 556,2 Miliar

Whats New
BPS: Upah Riil Buruh Tani Naik tetapi Upah Buruh Bangunan Turun

BPS: Upah Riil Buruh Tani Naik tetapi Upah Buruh Bangunan Turun

Whats New
BCA Bakal Luncurkan E-commerce Khusus Produk UMKM Lokal

BCA Bakal Luncurkan E-commerce Khusus Produk UMKM Lokal

Whats New
Sandiaga: Ini Alasan Mengapa Saya Mendorong agar Event Segera Dibuka...

Sandiaga: Ini Alasan Mengapa Saya Mendorong agar Event Segera Dibuka...

Whats New
Menhub Sarankan Maskapai Bangun Bisnis di Luar Sektor Penerbangan, Ini Alasannya

Menhub Sarankan Maskapai Bangun Bisnis di Luar Sektor Penerbangan, Ini Alasannya

Whats New
Hasil Riset Jenius Sebut Penggunaan ATM Turun Selama Pandemi

Hasil Riset Jenius Sebut Penggunaan ATM Turun Selama Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X