Tertekan Covid-19, Realisasi Lifting Migas Semester I-2020 Meleset dari Target APBN

Kompas.com - 17/07/2020, 17:26 WIB
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja lifting hulu migas semester I-2020 masih mendapatkan tantangan yang berat dengan turunnya harga minyak dunia dan wabah Covid-19. Hal tersebut terefleksikan dengan melesetnya realisasi lifting migas pada paruh pertama tahun ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas (SKK Migas) melaporkan, pada semester I-2020 realisasi lifting migas sebesar 1,71 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), atau setara 89,3 persen target APBN.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjabarkan, realisasi lifting minyak sebesar 713.300 barel minyak per hari (BOPD), atau 94,5 persen dari target APBN yang ditetapkan sebesar 755.000 BOPD. Sedangkan lifting (salur) gas sebesar 5.605 MMSCFD, atau 84 persen dari target APBN sebesar 6.670 MMSCFD.

Baca juga: SKK Migas Beri Kontraktor Penundaan Pembayaran Dana ASR

Dwi menjelaskan, melesetnya lifting migas diakibatkan harga jual yang relatif masih rendah. Dengan demikian, masih banyak produksi migas yang disimpan sebagai stok.

"Kalau ada perbedaan masih tersimpan di stok, dalam posisi harga minyak yang rendah, kita memang mengoptimakan stok dulu sampai harga minyak lebih baik," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/7/2020).

Sementara untuk produksi minyak telah berhasil melampaui target APBN. Tercatat, realisasi produksi minyak paruh pertama tahun ini sebesar produksi minyak sebesar 720.200 BOPD, atau setara dengan 101,8 persen target APBN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di tengah pandemi yang kita hadapi ini dan harga minyak rendah, Alhamdulillah produksi masih bertahan cukup bagus. Artinya bisa kita minimize decline-nya," katanya.

Berbeda dengan minyak, Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu menyebutkan, realisasi produksi gas masih meleset dari target APBN.

Baca juga: SKK Migas Prediksi Penerimaan Negara dari Hulu Migas Anjlok

Tercatat, realisasi produksi gas sebesar 6.830 MMSCFD, atau setara 94,7 persen target APBN.

"Untuk gas, di samping harga, di samping Covid-19  tersebut kita juga mengalami tekanan di serapan, yang tidak sesuai dalam kontrak, karena lemahnya demand," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.