Membayar Pajak , Benci Tapi Rindu

Kompas.com - 17/07/2020, 17:29 WIB
Pajak. ThinkstockPajak.

Bagaimana kebidupan kita tanpa adanya pajak? Gambaran kehidupan paling nyata adalah layaknya kita hidup dalam keadaan lockdown saat pandemi.

Kita tidak bisa pergi kemana-mana. Bukan lockdown disebabkan pandemi, tapi karena tidak bisa keluar rumah yang disebabkan tidak tersedianya fasilitas umum seperti jalan raya, taman, lampu jalan, perangkat lalu lintas dan fasilitas umum lainnya.

Belum lagi faktor keamanan yang tidak menentu. Barangkali tanpa pajak, hanya orang kaya yang bisa keluar rumah karena mampu membayar untuk penggunaan jalan, membayar petugas keamanan dan fasilitas lainnya.

Semua fasilitas umum yang selama ini kita nikmati dan tidak banyak kita sadari tersebut dibangun negara dari pajak yang dibayarkan masyarakat.

Baca juga: Lewat Digitalisasi, Aplikasi Ini Bantu Masyarakat Sadar Pajak

Bagi sebagian orang, mendengar kata “pajak” mungkin langsung terbayang uang hasil jerih payah dari berusaha atau bekerja yang harus disetorkan ke negara.

Terbayang harga yang lebih mahal karena adanya pajak yang harus dibayarkan pada barang tertentu. Atau ada juga yang terbayang adanya perubahan dalam pelayanan publik yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak. Setiap warga negara pasti punya pengalaman yang berbeda mengenai persepsi kata pajak.

Benci Tapi Rindu

Terlepas dari semua rasa yang ada, para pendiri bangsa ini sudah menyadari tentang pentingnya pajak sebagai sumber penerimaan negara yang digunakan untuk pembangunan.

Bahkan tanggal 14 Juli 1945, pada saat Badan penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) membuat Rancangan Undang-Undang Dasar negara Indonesia, kata “pajak” dituangkan dalam Rancangan UUD Kedua, Bab VII Hal Keuangan pada Pasal 23 butir kedua yaitu: “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-undang.”

Berdasarkan peristiwa penting tersebut, sejak tahun 2017, Direktorat Jenderal Pajak mencanangkan tanggal 14 Juli sebagai Hari Pajak.

Menyimak perjalanan dari waktu ke waktu, pajak sebagai bagian dari penerimaan negara seperti layaknya judul sebuah lagu; Benci Tapi Rindu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X