[POPULER DI KOMPASIANA] Bersekolah Kembali Kala Pandemi | Prospek Usaha Makanan Beku | Cara Warnet Tetap Bertahan

Kompas.com - 18/07/2020, 15:06 WIB
Seorang murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring dari rumahnya di Blitar, Jawa Timur, Senin (13/7/2020). Memasuki masa hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020 ini, Kemendikbud hanya memberikan ijin pemberlakuan masuk sekolah secara tatap muka terhadap 104 kabupaten/kota di seluruh indonesia yang termasuk zona hijau dalam peta penyebaran COVID-19, sedangkan bagi kabupaten/kota lainnya yang masih termasuk dalam zona kuning dan merah, masih harus memberlakukan pembelajaran melalui sistem daring dari rumah. ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORISeorang murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring dari rumahnya di Blitar, Jawa Timur, Senin (13/7/2020). Memasuki masa hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020 ini, Kemendikbud hanya memberikan ijin pemberlakuan masuk sekolah secara tatap muka terhadap 104 kabupaten/kota di seluruh indonesia yang termasuk zona hijau dalam peta penyebaran COVID-19, sedangkan bagi kabupaten/kota lainnya yang masih termasuk dalam zona kuning dan merah, masih harus memberlakukan pembelajaran melalui sistem daring dari rumah.

Meski belum ada tanda-tanda turunnya kasus penurunan covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) RI resmi memutuskan tahun ajaran baru sekolah akan tetap dimulai pada Juli 2020.

Banyak pertanyaan masyarakat setelah penetapan tersebut, seperti apakah aktivitas belajar-mengajar akan kembali dilakukan secara tatap muka di kelas? Jika ya, bagaimana protokol kesehatannya?

Untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK sudah bisa melakukan kegiatan di kelas, akan tetapi itupun jika kabupaten/kota masuk ke zona hijau. Sedangkan untuk tingakat SD baru akan dimulai bula berikutnya.

Jika masih belum bisa dilakukan, rasa-rasanya infrastruktur teknologi untuk kebutuhan belajar belum memadai. Inilah yang kemudian menjadi polemik pada pekan ini.

Selain dimulainya tahun ajaran baru 2020/21, pada pekan ini Kompasiana juga diramaikan konten mengenai perkembangan pandemi covid-19 di Indonesia kasus positif kembali meningkat hingga prospek industri makanan beku.

Inilah 5 konten menarik dan terpopuler di Kompasiana dalam sepekan:

1. Kalian Belajar "Online", Kami "Oh Lain"

Mulainya tahun ajaran baru 2020/21 membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di Sekolah kini berubah drastis.

Solusi yang ditawarkan saat ini yakni kembali melakukan gerakan belajar di rumah seperti 3 bulan belakangan ini.

Akan tetapi, menurut Kompasianer Wardy Kedy, pembelajaran dari rumah pada akhirnya memaksa tenaga pendidik ataupun siswa harus beradaptasi terhadap situasi ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X