Rambah Bisnis Online? Jangan Lupa Anggarkan Biaya untuk Ini

Kompas.com - 18/07/2020, 19:39 WIB
Ilustrasi artisteerIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Merambah bisnis secara online tak selalu membutuhkan bujet yang besar karena harus membuat website atau aplikasi smartphone sendiri. Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa masuk ke bisnis online dengan bujet kecil dengan memanfaatkan media sosial dan e-commerce.

Kendati hanya mengandalkan bujet yang rendah, namun dalam bisnis online ada hal yang tetap perlu diperhatikan yakni anggaran untuk iklan. Peran iklan sangat penting dalam meningkatkan penjualan.

CEO Kavlink Solusi Digital Juanda Rovelim mengatakan, seringkali pelaku UKM memulai usaha dengan fokus anggaran pada pengadaan produk atau jasa saja, dan mengabaikan anggaran untuk pemasaran.

" Bujet untuk marketingnya enggak disiapkan, padahal kalau mau usaha yah siapkan bujet (untuk iklan) walaupun kecil," ujarnya dalam webinar SME DigitalFest: Masa Depan Transformasi Digital di Indonesia, Sabtu (18/7/2020).

Baca juga: Kamu Seller Toko Online? Ini Tips agar Penjualan Naik

Menurut dia, dengan anggaran yang rendah saja setidaknya bisa melakukan pemasaran dengan memasang iklan di media sosial. Jadi, sebenarnya tak ada alasan untuk mengabaikan anggaran iklan.

"Kalau mau iklan setidaknya itu cukup bisa di media sosial, karena di mulai dengan semurah Rp 20.000 sehari, jadi kita tetap bisa bermain (iklan)," kata dia.

Sementara, Social Media Manager Moka Aldio Judisya mengatakan, selain iklan yang perlu juga mendapat perhatian para pelaku UKM adalah platform review yang menyediakan rating suatu produk atau toko.

Sebab, masyarakat sering kali mencari tahu tentang produk yang akan dibeli melalui ulasan dan rating yang banyak tersedia di internet.

"Yang kebanyakan pelaku bisnis enggak melek itu soal review, kan sekarang banyak platform review, itu harus diperhatikan dengan sangat baik," ungkapnya.

Dengan mendorong iklan dan memperhatikan rating di platform review maka secara bertahap akan meningkatkan penjualan. Lambat laun, bisnis pun bisa semakin membesar sehingga bisa merambah penjualan melalui website atau aplikasi smartphone buatan sendiri.

Bisa mulai dengan pembuatan website lebih dulu karena memakan bijet yang tidak terlalu mahal ketimbang pembuatan aplikasi. Business Development Manager Exabytes Indonesia Anggoro Aninditho mengatakan, saat ini banyak pembuatan website yang hanya butuh biaya mulai dari ratusan ribu saja.

"Pada website, untuk beli domain itu bisa mulai dari Rp 100.000 - Rp 1 juta per tahun, tergantung kebutuhan. Jadi soal bujet itu banyak opsi sebenarnya," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Pelaku UKM, Simak Tips Ini untuk Mulai Bisnis Online



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Tahun Ini, 2 Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta II Dapat Dilintasi

Akhir Tahun Ini, 2 Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta II Dapat Dilintasi

Whats New
Mendag: Buah Naga dari Indonesia Bisa Bersaing dengan Vietnam

Mendag: Buah Naga dari Indonesia Bisa Bersaing dengan Vietnam

Whats New
Erick Thohir: Keputusan Indonesia Tidak Lockdown Itu Tepat

Erick Thohir: Keputusan Indonesia Tidak Lockdown Itu Tepat

Whats New
Erick Thohir: Bantuan Rp 2,4 Juta Per UMKM Disalurkan dalam 1-2 Minggu ke Depan

Erick Thohir: Bantuan Rp 2,4 Juta Per UMKM Disalurkan dalam 1-2 Minggu ke Depan

Whats New
BTN Telah Salurkan Kredit Rp 4,9 Triliun dari Dana PEN

BTN Telah Salurkan Kredit Rp 4,9 Triliun dari Dana PEN

Whats New
Mentan: Ada Pebisnis Milenial yang Beromzet Rp 400 Juta per Bulan dari Jualan Bunga

Mentan: Ada Pebisnis Milenial yang Beromzet Rp 400 Juta per Bulan dari Jualan Bunga

Smartpreneur
AP I Beberkan Progres Pembangunan Sejumlah Bandara yang Tengah Dibangun

AP I Beberkan Progres Pembangunan Sejumlah Bandara yang Tengah Dibangun

Whats New
Dua Hari Dibuka, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lampaui 800.000

Dua Hari Dibuka, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lampaui 800.000

Whats New
Ini Syarat Karyawan Swasta Dapat Subidi Gaji Rp 600.000

Ini Syarat Karyawan Swasta Dapat Subidi Gaji Rp 600.000

Whats New
BI: Fitch Pertahankan Peringkat 'BBB' Indonesia karena Kebijakan yang Kredibel

BI: Fitch Pertahankan Peringkat "BBB" Indonesia karena Kebijakan yang Kredibel

Whats New
120.000 Jumlah Merchant Bergabung ke Ekosistem Gojek selama Masa Pandemi

120.000 Jumlah Merchant Bergabung ke Ekosistem Gojek selama Masa Pandemi

Whats New
Tekan Impor, Pemerintah Luncurkan Gelar Buah Nusantara

Tekan Impor, Pemerintah Luncurkan Gelar Buah Nusantara

Whats New
Pekan Pertama Agustus, Bank Mandiri Salurkan Kredit PEN Rp 5,6 Triliun

Pekan Pertama Agustus, Bank Mandiri Salurkan Kredit PEN Rp 5,6 Triliun

Rilis
Tak Semua Karyawan Swasta Dapat Subsidi Gaji, Ini Kata Sri Mulyani

Tak Semua Karyawan Swasta Dapat Subsidi Gaji, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Kebijakan Fiskal Jadi Harapan Selamatkan Ekonomi RI dari Jurang Resesi

Kebijakan Fiskal Jadi Harapan Selamatkan Ekonomi RI dari Jurang Resesi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X