Perempuan Menopang Ekonomi Skala Usaha Ultra Mikro

Kompas.com - 19/07/2020, 14:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2017 hingga Juli 2020, pembiayaan ultra mikro (UMi) telah disalurkan ke 2,26 juta debitur.

Uniknya, dari seluruh debitur yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut, sebagian besar atau 93 persen adalah perempuan.

"Ini berarti banyak perempuan yang turut menopang aktivitas ekonomi skala usaha ultra mikro," jelas Sri Mulyani seperti dikutip dari akun instagramnya, @smindrawati, Minggu (19/7/2020).

Baca juga: Sebagai Menhan, Kenapa Prabowo Sibuk Urus Pertanian?

Untuk diketahui pembiayaan UMi berbeda dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR menyasar usaha mikro dan kecil dengan fasilitas pembiayaan sampai Rp 25 juta (mikro), Rp 25 juta sampai dengan Rp 500 juta (ritel).

Sedangkan UMi menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah. Karena usaha mikro di lapisan terbawah belum bisa difasilitasi perbankan melalui KUR, maka fasilitas pembiayaan UMi dapat membantu, yaitu pembiayaan maksimal Rp 10 juta per nasabah.

Pemerintah menunjuk BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai koordinator pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura (bekerja sama dg koperasi dan lembaga keuangan mikro), serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sri Mulyani pun mengungkapkan, jumlah debitur yang memanfaatkan UMi terus tumbuh positif dalam empat tahun berturut-turut.

Baca juga: Simak 7 Jurusan Kuliah yang Jadi Incaran HRD

Di dalam unggahannya, Bendahara Negara itu mengungkapkan, sebagian besar debitut UMi berasal dari Pulau Jawa dengan 1,87 jtua debitur, Sumatera 261.372 debitur, dan Bali serta Nusa Tenggara 45.981 debitur.

Kemudian Pulau Sulawesi 44.980 debitur, Kalimantan 24.362 debitur, dan papua 4.440 debitur.

Sri Mulyani pun mengungkapkan di dalam masa pandemi Covid-19, pelaku ultra mikro juga termasuk yang akan mendapatkan relaksasi berupa penundaan pembayaran cicilan pokok selama 6 bulan dan subsidi bunga kredit.

Baca juga: Dari Usaha Beresin Kamar Kos, 2 Alumni UGM Ini Raup Omzet Rp 24 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X