Kompas.com - 19/07/2020, 16:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat rekrutmen atau penerimaan mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) harus terhenti tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, momentum ini bisa menjadi hikmah bagi STAN untuk melakukan transformasi.

Ia ingin STAN melakukan perubahan baik dari kurikulum hingga proses penerimaan anak didik baru sehingga bisa mengafirmasi setiap anak di seluruh Indonesia, baik bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, hingga mereka yang berasal dari daerah tertinggal.

Baca juga: Perempuan Menopang Ekonomi Skala Usaha Ultra Mikro

"Blessing dari situasi Covid-19 ini untuk memikirkan bagaimana desain PKN STAN ke depan, tantangan pasti akan hadir. Apakah kita siap? Bagaimana membuat afirmasi bagi anak-anak tidak mampu, daerah tertinggal, agar mereka bisa merasa memiliki dan tentu berharap, kompetensi mereka, ilmu, pemahaman terhadap tantangan Indonesia ke depan itu sangat penting," ujari Sri Mulyani seperti dikutip dari akun instagramnya, @smindrawati, Minggu (19/7/2020).

"Itulah mengapa saya menganggap perlu perubahan luar biasa banyak," sambungnya.

Sri Mulyani berharap STAN bisa menjadi kampus yang menjunjung keberagaman, serta lulusannya dapat menjadi pembuat kebijakan yang tangguh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, dia menilai lulusan STAN perlu dibekali dengan ilmu yang lengkap dan sesuai dengan tantangan zaman.

"Kita sekarang masuk era digital economy, kita perlu banyak sekali anak STAN dengan peran yang luar biasa penting, yang pandai dan pintar, mereka dididik sedikit saja telah menjadi tulang punggung yang hebat baik di Kemenkeu maupun di tempat lain," ujar dia.

Baca juga: Sebagai Menhan, Kenapa Prabowo Sibuk Urus Pertanian?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.