BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sinar Mas Land

Ternyata Ini yang Bikin Orang Kaya Makin Kaya

Kompas.com - 20/07/2020, 12:33 WIB
|

 

KOMPAS.com – Miliarder sekaligus filantropis asal Skotlandia, Andrew Carnegie, sempat berkata bahwa 90 persen orang kaya mendapatkan kekayaan lewat investasi real estat.

Bahkan, taipan industri baja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 itu menilai, uang yang dihasilkan dari investasi properti lebih banyak ketimbang investasi industri.

Perkataan Carnegie memang diucapkan pada dua abad lalu, tapi masih banyak orang kaya yang mengamini pernyataan tersebut. Beberapa di antaranya dimuat dalam laman CNBC, Selasa (1/10/2019).

Sebut saja Barbara Corcoran, pendiri The Corcoran Group, yang memulai investasi properti dengan membeli sebuah apartemen kecil.

Ia tak menyangka bahwa apartemen tersebut bisa terjual dengan harga berlipat ganda dalam beberapa tahun kemudian.

“Membeli (berinvestasi) real estat telah membuat saya kaya. Pasalnya, properti hunian adalah kebutuhan wajib sehingga orang bisa jadi tetap membelinya. Bahkan, tanpa menghiraukan aspek desain,” jelas Corcoran.

Baca juga: Tak Lagi ‘Ngontrak’, Ariana Grande Kini Punya Rumah Sendiri Berkat Harga Promo

Hal serupa turut diungkapkan Presiden Wilayah Barat perusahaan properti Douglas Elliman, Peter Hernandez. Ia mengatakan, kebanyakan jutawan yang ia kenal justru menghasilkan lebih banyak uang dari memiliki real estat ketimbang investasi lainnya.

“Nilai real estat secara konsisten meningkat dari waktu ke waktu dan mengungguli investasi lainnya,” jelas Hernandez.

Karena itulah, Hernandez menambahkan, properti menjadi instrumen investasi yang tak mudah tergerus fluktuasi.

Pendiri Day Trading Academy, Marcello Arrambide, juga mengungkapkan hal sama. Menurutnya, investasi properti, khususnya dalam bentuk tanah, akan selalu menjadi investasi yang bagus karena dapat melindungi diri dan kekayaan.

Ia menjelaskan, berbagai peluang pendapatan akan tercipta ketika seseorang memiliki tanah. Pemilik bisa membangun perkebunan, hunian, atau ruang ritel semacam toko di atas tanah tersebut.

Apalagi jika tanah yang dimiliki punya nilai lebih, misalnya terletak di lokasi strategis, otomatis pendapatan yang dihasilkan bakal lebih besar.

Soal kondisi pasar properti yang kerap mengalami naik turun, Arrambide menyarankan agar calon investor tak perlu khawatir akan hal ini. Pasalnya, harga properti tidak akan pernah turun seperti yang terjadi pada pasar saham.

Menimbang peluang investasi properti Tanah AiriSTOCK/Gan Chaonan Menimbang peluang investasi properti Tanah Air

Peluang investasi properti di Indonesia

Investasi properti secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan membeli produk real estat, seperti rumah, tanah, rumah toko (ruko), atau tanah, untuk mendapatkan return of investment (ROI) alias laba.

Laba tersebut bisa didapat dengan menjual kembali properti yang telah dibeli maupun menyewakannya.

Peluang keuntungan investasi properti memang ada benarnya. Pertama, dilihat dari faktor kebutuhan tempat tinggal yang akan selalu ada seiring pertumbuhan populasi manusia. Sekalipun harganya naik, peminat properti tak akan surut karena faktor kebutuhan tersebut.

Kedua, investasi properti, khususnya produk residensial, bisa menjadi sumber passive income jika unit yang dibeli disewakan atau dikontrakkan. Bahkan, pendapatan sewa yang biasanya berjumlah tidak sedikit tersebut bisa membantu Anda dalam meringankan beban cicilan apabila properti dibeli menggunakan program kredit rumah.

Jika kredit telah selesai atau Anda membeli rumah secara tunai, sebagian besar pendapatan sewa bisa dialokasikan untuk hal lain. Misalnya, tabungan hari tua atau sebagai “pegangan” saat Anda tidak memiliki active income lagi.

Ketiga, investasi properti memiliki risiko rendah. Hal ini dikarenakan pergerakan nilai properti terbilang stabil, tidak seperti investasi saham. Instrumen ini juga tidak mudah tergerus inflasi, justru harga properti cenderung naik dari tahun ke tahun.

Keempat, investasi properti bisa berfungsi sebagai agunan saat investor ingin mengajukan program pinjaman baru untuk membeli produk properti lain. Itu artinya, Anda tidak perlu menjual aset untuk memperoleh dana segar, cukup menjaminkan surat kepemilikan properti yang dimiliki.

Dengan keuntungan menjanjikan tersebut, maka sepertinya tak ada alasan untuk Anda – terutama yang telah memiliki dana cukup – untuk menunda membeli properti.

Terlebih bila melihat kondisi pasar properti Indonesia saat ini yang cenderung buyer’s market, keputusan berinvestasi properti sepertinya mesti dipertimbangkan sekali lagi.

Baca juga: Catat, Ini Waktu yang Tepat untuk Beli Produk Properti

Adapun buyer’s market merupakan kondisi pasar yang ditandai dengan lebih banyaknya penawaran dari penjual dibandingkan permintaan dari pembeli.

Pada pasar properti, hal itu terlihat dari hadirnya beragam program keringanan harga yang ditawarkan oleh pengembang kepada konsumen.

Bahkan, dalam kondisi buyer’s market, sejumlah bank juga turut memberikan kemudahan kredit dan suku bunga terjangkau bagi calon kreditur yang membeli rumah dari pengembang properti ternama.

Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda pun menyebut bahwa kondisi buyer’s market seperti sekarang merupakan momentum yang tepat untuk membeli rumah karena banyak kemudahan dari perbankan dan pengembang.

“Program menarik tersebut, antara lain suku bunga terjangkau dari perbankan dan down payment (DP) dibayar pengembang,” tambah Ali.

Salah satu program keringanan yang meramaikan pasar properti saat ini adalah Move in Quickly periode kedua dari Sinar Mas Land.

Lewat program tersebut, konsumen yang hendak membeli produk properti ready stock Sinar Mas Land akan mendapatkan potongan harga sebesar 15 persen untuk pembayaran tunai dan 10 persen untuk pembayaran dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Untuk pembelian unit under construction dengan metode KPR, konsumen bisa mencicil uang muka sebesar 10 persen sebanyak sembilan kali ditambah diskon 10 persen dari nilai akad kredit.

Selain rumah, apartemen, dan ruko, Sinar Mas Land juga memberikan keringanan untuk pembelian produk kaveling siap bangun, baik secara tunai maupun KPR.

Adapun keringanan tersebut terdiri dari potongan harga hingga 25 persen, bebas biaya pengalihan satu kali, dan gratis Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) apabila Anda melakukan Akta Jual Beli (AJB) dalam waktu maksimal satu tahun setelah serah terima kaveling.

Perlu diketahui, program Move in Quickly kedua ini telah berlangsung sejak 1 Juli 2020 dan akan berakhir pada 30 September 2020.

Jadi, bila Anda memiliki dana menganggur dalam jumlah tidak kecil, tak ada salahnya mencoba menanamkannya ke dalam bentuk investasi properti, seperti rumah, apartemen, ruko, atau tanah, supaya aset kekayaan pribadi bisa bertambah.

Jangan lupa manfaatkan peluang yang ada seperti yang ditawarkan dalam program Move in Quickly sehingga Anda bisa mendapatkan produk properti dengan harga terjangkau.

Informasi lebih lanjut mengenai produk properti yang ditawarkan dalam program Move in Quickly periode kedua, silakan kunjungi tautan ini untuk produk kaveling atau tautan ini untuk unit properti lainnya. Sebagai alternatif, Anda juga bisa langsung hubungi nomor telepon 021-53159000.

Sumber CNBC

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Soal Rencana Bagi-bagi Rice Cooker untuk Warga Miskin

Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Soal Rencana Bagi-bagi Rice Cooker untuk Warga Miskin

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Stok Pupuk Nasional dari Kelangkaan

Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Stok Pupuk Nasional dari Kelangkaan

Whats New
Naik Rp 4.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 4.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Berkarier Sebagai Fotografer, Apakah Menjanjikan?

Berkarier Sebagai Fotografer, Apakah Menjanjikan?

Work Smart
Dorong Percepatan Pemanfaatan EBT, Erick Thohir Dorong Transformasi di PLN

Dorong Percepatan Pemanfaatan EBT, Erick Thohir Dorong Transformasi di PLN

Whats New
Menteri PUPR Temui 12 Perwakilan Investor Jepang Bahas Pembangunan IKN Nusantara

Menteri PUPR Temui 12 Perwakilan Investor Jepang Bahas Pembangunan IKN Nusantara

Whats New
Pemerintah Diimbau Segera Impor Beras agar Harga Tak Melonjak 3 Bulan ke Depan

Pemerintah Diimbau Segera Impor Beras agar Harga Tak Melonjak 3 Bulan ke Depan

Whats New
Dibayangi Pelonggaran Pembatasan Covid-19 di China, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Dibayangi Pelonggaran Pembatasan Covid-19 di China, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Whats New
Kemendag Setujui Rencana Bulog Impor Beras, Mendag Zulhas: Kalau Diperlukan, Segera!

Kemendag Setujui Rencana Bulog Impor Beras, Mendag Zulhas: Kalau Diperlukan, Segera!

Whats New
BKN Umumkan Hasil Sanggah Seleksi Administrasi PPPK Nakes, Cek di Sini

BKN Umumkan Hasil Sanggah Seleksi Administrasi PPPK Nakes, Cek di Sini

Whats New
Daftar PHK Massal Startup Bertambah Panjang, Kini Jadi 17 Perusahaan hingga November 2022

Daftar PHK Massal Startup Bertambah Panjang, Kini Jadi 17 Perusahaan hingga November 2022

Whats New
Startup Ajaib PHK 67 Karyawan, Gaji Manajemen Dikurangi hingga Pendirinya Tak Digaji

Startup Ajaib PHK 67 Karyawan, Gaji Manajemen Dikurangi hingga Pendirinya Tak Digaji

Whats New
Tekanan IHSG Diproyeksi Berlanjut, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Tekanan IHSG Diproyeksi Berlanjut, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Cerita Luhut Berhasil Lobi CATL agar Mau Investasi Rp 550 Triliun Bangun Ekosistem Mobil Listrik RI

Cerita Luhut Berhasil Lobi CATL agar Mau Investasi Rp 550 Triliun Bangun Ekosistem Mobil Listrik RI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.