Chatib Basri: Persoalan Bank Saat Ini Bukan Likuiditas, tapi....

Kompas.com - 20/07/2020, 13:40 WIB
Pengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDOPengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan periode 2013-2014, Chatib Basri mengatakan persoalan bank saat ini bukanlah likuiditas, melainkan credit crunch.

Credit crunch adalah keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan. Jika dipaksa memberikan kredit, kemungkinan akan berdampak pada kredit macet dan memunculkan masalah likuiditas pada 2021.

"Persoalan yang dihadapi bank saat ini bukan isu likuiditas, likuiditas di bank itu baik," kata Chatib dalam diskusi daring, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Cegah Fraud di Perbankan, OJK Terapkan Pengawasan Berlapis

Fenomena serupa terjadi saat krisis ekonomi tahun 1998. Saat itu, perdagangan global tengah collapse sehingga bank enggan menyalurkan kredit untuk kegiatan yang berhubungan dengan ekspor.

Untuk menanganinya, lembaga multilateral development akhirnya menyediakan dana senilai Rp 250 miliar dollar AS sebagai jaminan kredit (credit guarantee) kepada bank-bank.

"Jadi, upaya mendorong sektor perbankan seperti memberikan likuiditas mungkin tidak efektif," ungkap Chatib.

Chatib pun meminta pemerintah dan bank berhati-hati pada tahun 2021 karena ada kebijakan restrukturisasi kredit saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Perbankan Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Saat New Normal

Restrukturisasi membuat debitur mendapat keringanan dalam pembayaran kredit dan debitur dengan status kolektibilitas 1 dan kolektibilitas 2 dianggap lancar. Namun, lancar atau tidaknya debitur akan benar-benar terlihat saat kebijakan restrukturisasi telah usai.

"Sampai nanti OJK mengakhiri relaksasi, pada saat itu kita tahu adanya kredit macet betulan atau tidak. Maka disitulah persoalan likuiditas, NPL, profitabilitas akan ada. Kita harus siap-siap di 2021," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X