Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Pengaruh COVID-19 Terhadap Kinerja Saham: Studi Kasus China dan AS

Kompas.com - 20/07/2020, 14:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Setelah dilonggarkan secara perlahan, pengendalian terhadap virus juga dilakukan secara ketat. Ketika terjadi lonjakan jumlah kasus pada bulan Mei, pemerintah China melakukan uji PCR terhadap seluruh penduduk kota Wuhan yang berjumlah 11 juta dalam 2 minggu. Setelah itu, kasus baru tidak ditemukan lagi.

Dengan melihat pertambahan kasus baru di China yang setiap harinya di bawah 100, bisa dikatakan bahwa China mungkin sudah bisa dikatakan sukses menangani COVID-19.

Amerika Serikat, Kasus tertinggi dunia, lockdown relatif longgar

Dengan lebih dari 3.8 juta penderita dan 142 ribu-an kasus kematian, Amerika Serikat merupakan negara yang paling terdampak COVID-19.

Respon awal terhadap penanganan COVID-19 yang dinilai kurang baik, warga yang tidak mengikuti arahan, demo massal, kampanye pilpres, tidak sejalannya pemerintah pusat dan daerah, dan relaksasi atas lockdown merupakan kombinasi penyebab tingginya kasus COVID-19 di Amerika Serikat.

Baca juga: Dua Industri Ini Dinilai Butuh Dua Tahun untuk Pulih dari Dampak Pandemi Covid-19

Dengan melihat pertambahan kasus yang terus mencetak rekor baru setiap harinya, sampai vaksin ditemukan, kelihatannya masih butuh waktu yang panjang bagi Amerika Serikat untuk beroperasi seperti sedia kala.

Kinerja Indeks Saham China dan Amerika Serikat

Per 17 Juli 2020, total kasus Covid-19 di China mencapai 83.660 dan meninggal 4.634 orang. Sementara itu di AS, total kasus mencapai 3.833.716 dan meninggal 142.881 orang

Dengan menggunakan COVID-19 sebagai acuan, seharusnya kinerja saham di Amerika Serikat akan negatif dan kinerja saham di China akan positif.

Berdasarkan kinerja Shanghai Stock Exhange Composite Index (SHCOMP) sebagai acuan untuk saham China dan Index S&P 500 (SPX) sebagai acuan untuk saham Amerika Serikat, dari awal tahun hingga 17 Juli 2020 yang diambil dari situs Bloomberg, sebagai berikut:

Kinerja Year To Date 17 Juli 2020 Indeks Komposit Shanghai vs S&P 500

dok Rudiyanto/Bloomberg saham china as

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
WHATS NEW
Kontrol Kinerja
Kontrol Kinerja
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.