Mantan Ketua Wantimpres Sri Adiningsih Jadi Komisaris Indosat Ooredoo

Kompas.com - 21/07/2020, 06:02 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2015-2019 Sri Adiningsih (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Watimpres periode 2019-2024 Wiranto, saat serah terima jabatan ketua dan anggota Wantimpres periode 2015-2019 kepada ketua dan anggota Wantimpres periode 2019-2024 di Jakarta, Senin (16/12/2019). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIKetua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2015-2019 Sri Adiningsih (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Watimpres periode 2019-2024 Wiranto, saat serah terima jabatan ketua dan anggota Wantimpres periode 2015-2019 kepada ketua dan anggota Wantimpres periode 2019-2024 di Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Sri Adiningsih diangkat menjadi komisaris Indosat Ooredoo dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Adalah suatu kebanggaan Sri Adiningsih bisa disetujui sebagai komisaris di perusahaan. Apalagi dengan kemampuan sebagai ekonom selama ini yang tidak diragukan lagi," kata Komisaris Independen Indosat Ooredoo Elisa Lumbantoruan dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Pengangkatan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantinpres) 2015-2019 ini, sekaligus menjadi komisaris pertama perempuan dalam jajaran Dewan Komisaris Perusahaan telekomunikasi tersebut.

Baca juga: Ini Komentar Indosat atas Langkah PHK ke Pegawainya

RUPST menyetujui Sheikh Mohammed bin Abdulla Al Thani sebagai Komisaris Utama menggantikan Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed.

Selain Sri Adiningsih, dalam jajaran Dewan Komisaris baru terdapat George Bowring Challenor, dan Nigel Thomas Byrne. Mereka menggantikan Hans Anthony Kuropatwa, Hilal Suleiman Malawi, dan Chris Kanter yang pernah jadi Direktur Utama Indosat Ooredoo menggantikan Joy Wahjudi.

Sementara untuk jajaran direksi tak ada pergantian.

RUPST juga memutuskan menyetujui laporan tahunan perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Kemudian menetapkan penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019, menyetujui total remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan 2020, dan menyetujui pengangkatan auditor independen perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

"Selain itu juga menyetujui penggunaan dana yang diterima dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019, Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019, Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019," katanya.

Baca juga: Ini Kata Telkom soal Kebocoran Data Pelanggan Telkomsel

Berikut jajaran Komisaris dan direksi Indosat Ooredoo:

Dewan Komisaris:

Sheikh Mohammed bin Abdulla Al Thani, Komisaris Utama;
George Bowring Challenor, Komisaris;
Nigel Thomas Byrne, Komisaris;
Sri Adiningsih, Komisaris;
Andrew Tor Oddvar Kvalseth, Komisaris;
Heru Pambudi, Komisaris;
Afini Boer, Komisaris;
Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen;
Wijayanto Samirin, Komisaris Independen;
Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen.

Dewan Direksi

Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Direktur Utama;
Eyas Naif Saleh Assaf, Direktur;
Vikram Sinha, Direktur;
Arief Musta’in, Direktur;
Irsyad Sahroni, Direktur Independen.

Baca juga: XL Axiata Tebar Dividen Rp 215,7 Miliar



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X