Tentang Calon Vaksin Corona dari China yang Dikirim ke Indonesia

Kompas.com - 21/07/2020, 08:02 WIB
Peneliti di INTA (National Agricultural Technology Institute) dan CONICET (National Scientific and Technical Research Council) Argentina memperlihatkan pemurnian limfosit dan sampel darah untuk pembuatan vaksin Covid-19. Gambar diambil pada 2 Juni 2020. AFP/JUAN MABROMATAPeneliti di INTA (National Agricultural Technology Institute) dan CONICET (National Scientific and Technical Research Council) Argentina memperlihatkan pemurnian limfosit dan sampel darah untuk pembuatan vaksin Covid-19. Gambar diambil pada 2 Juni 2020.

Lalu siapa Sinovec, perusahaan China pengirim calon vaksin corona ke Indonesia?

Dikutip dari laman resminya, Sinovec merupakan salah satu perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia. Perusahaan ini mulai dirintis oleh Weidong Yin yang mengembangkan vaksin hepatitis A.

Vaksin tersebut merupakan yang pertamakalinya dikembangkan sendiri oleh ilmuan China. Beberapa tahun setelahnya, vaksin buatan Sinovac mulai diterima pasar dan mulai diproduksi untuk kepentingan komersial.

Baca juga: Luhut: UEA Minat Kerja Sama dengan RI untuk Produksi Vaksin

Perusahaan ini mengoperasikan fasilitas produksi dan research and development di 5 lokasi. Kantor pusatnya berada di Beijing.

Sinovac yang didirikan tahun 2001 ini memproduksi dua kategori vaksin, yakni vaksin untuk influenza dan vaksin untuk hepatitis. Selain itu, Sinovac juga memproduksi vaksin untuk binatang.

Sebagai informasi, uji klinis tahap ketiga merupakan bagian pengujian secara luas di beberapa negara. Itu lazim dalam produksi vaksin. Dengan turut uji klinis, jika uji klinis bakal vaksin ini berhasil, Indonesia mendapat prioritas dari produsen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tahun pertama produksi pada 2021, Sinovac bisa memproduksi 150 juta dosis, 20 juta di antaranya akan dialokasikan ke Indonesia. Namun, peluang vaksin yang diuji di Indonesia belum tentu berhasil karena sejumlah vaktor.

Vaksin yang berhasil dikembangkan di China, belum tentu sesuai dengan kondisi di Indonesua. Semua vaksin juga ada risiko, misalnya memicu alergi atau hipersensitivitas.

Baca juga: 3 Negara yang Potensial Jadi Mitra RI Produksi Vaksin Covid-19

Selain dari Sinovac, dua bakal vaksin lain juga akan diuji klinis di Indonesia. Adapun vaksin dalam negeri dikembangkan Lembaga Eijkman dan dijadwalkan selesai awal 2021, sebelum siap diuji klinis.

Menurut Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 Juli 2020, saat ini ada 160 bakal vaksin virus korona baru dikembangkan di sejumlah negara. Ada 26 bakal vaksin, di antaranya diuji coba ke manusia.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X