Tentang Calon Vaksin Corona dari China yang Dikirim ke Indonesia

Kompas.com - 21/07/2020, 08:02 WIB
Peneliti di INTA (National Agricultural Technology Institute) dan CONICET (National Scientific and Technical Research Council) Argentina memperlihatkan pemurnian limfosit dan sampel darah untuk pembuatan vaksin Covid-19. Gambar diambil pada 2 Juni 2020. AFP/JUAN MABROMATAPeneliti di INTA (National Agricultural Technology Institute) dan CONICET (National Scientific and Technical Research Council) Argentina memperlihatkan pemurnian limfosit dan sampel darah untuk pembuatan vaksin Covid-19. Gambar diambil pada 2 Juni 2020.

Salah satunya, bakal vaksin yang dikembangkan perusahaan milik Pemerintah China, Sinopharm, yang kini diuji klinis fase ketiga di Uni Emirat Arab dengan merekrut 15.000 partisipan.

Bakal vaksin lain yang akan memasuki uji klinis fase ketiga pada 27 Juli nanti dikembangkan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna. Pada tahap ini, Moderna merekrut 30.000 partisipan di AS. Uji klinis akan berlangsung sampai 27 Oktober 2022.

Baca juga: Genjot Bisnis Tak Perlu Tunggu Vaksin Corona

Bakal vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan University of Oxford juga akan memasuki uji klinis fase ketiga setelah hasil uji klinis fase pertama dipublikasikan di jurnal the Lancet.

Selain vaksin, uji klinis dilakukan terhadap terapi Covid-19. Daewoong Infion, perusahaan farmasi usaha bersama asal Korea Selatan, Daewoong Group, mengantongi izin dari Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan uji klinis fase pertama terapi Covid-19 berbasis sel punca di Indonesia.

Dipesan BUMN

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengakui vaksin corona dari China telah tiba di Indonesia. Vaksin buatan Sinovac Biotech itu saat ini sedang dilakukan uji klinis di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Iya memang vaksin Sinovac sudah sampai di Indonesia, sekarang dalam proses uji klinis tahap 3 di Bio Farma,” ujar Arya dalam keterangannya.

Baca juga: Kabar Bill Gates Diadili di India karena Vaksin Corona, Ini Faktanya

Arya menjelaskan, setelah melewati uji klinis, maka vaksin tersebut akan diproduksi di Indonesia. Menurut dia, banyak negara di dunia yang mengajak Indonesia untuk mengembangkan vaksin corona.

“Jadi Bio Farma memang posisinya di kalangan internasional dan dunia vaksin memang terkenal dan dianggap mampu melakukan pembuatan dan uji klinis. Jangan heran kalau Bio Farma memang dipercaya beberapa negara untuk diikutsertakan,” kata Arya.

Kendati begitu, Arya menambahkan, vaksin Sinovac Biotech itu perlu dilakukan uji coba. Apakah vaksin tersebut cocok dengan virus corona yang saat ini beredar di Indonesia.

“Saya dapat informasi vaksin Sinovac agak berbeda dengan yang lain, karena dia agak melebar, dia agak bisa untuk beberapa jenis virus corona yang berkembang. Jadi dicoba di China juga, saat ini kita proses juga coba itu,” ucap dia.

Baca juga: Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

(Sumber: KOMPAS.com/Ade Miranti | Editor: Sakina Setiawan)

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X