KILAS

Kurangi Ketergantungan terhadap Bahan Bakar Fosil, Pemerintah Terus Kembangkan "Green Fuel" Berbasis Sawit

Kompas.com - 21/07/2020, 17:13 WIB
Perbedaan antara B100 dengan D100 DOK. Humas Ditjen EBTKEPerbedaan antara B100 dengan D100

"Saat ini, Pertamina telah berhasil menginjeksikan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) pada unit Distillate Hydrotreating Refinery Unit (DHDT) di beberapa kilang existing menggunakan katalis Merah-Putih hasil karya anak bangsa, Tim ITB," ujar Feby.

Ia meneruskan Pertamina juga menguji coba secara bertahap yang dimulai dari campuran 7,5 persen, 12,5 persen, hingga 100 persen untuk Refinery Unit (RU) II, Dumai.

Baca juga: Indonesia Sustainable Palm Oil dan Legalitas Sawit Rakyat

"Kita patut mengapresiasi keberhasilan Pertamina memproduksi green diesel dengan bahan baku 100 persen CPO,” kata Feby.

Dia berharap, uji coba itu bisa dilanjutkan di RU lainnya dan diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Dengan begitu, kita benar-benar bisa mandiri dalam menghasilkan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan dengan bahan baku dari dalam negeri," tandasnya.

Dalam rangka menyamakan persepsi terhadap produk-produk bahan bakar nabati, saat ini pemerintah sedang menyusun usulan nomenklatur untuk bahan bakar nabati.

Baca juga: Referendum Tolak Kelapa Sawit Indonesia Masuk Mahkamah Konstitusi Swiss

Nomenklatur tersebut, yaitu Biodiesel dengan kode B100, Bioetanol (E100), Bensin biohidrokarbon (G100), Diesel biohidrokarbon (D100), avtur biohidrokarbon (J100).

Berbagai Istilah Bahan Bakar Nabati

Adapun, Biodiesel/FAME/B100 adalah Bahan Bakar Nabati untuk aplikasi mesin/motor diesel berupa Ester Metil Asam Lemak (Fatty Acid Methyl Ester, FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi/transesterifikasi.

Solar/Diesel/B0 adalah bahan bakar jenis destilat yang digunakan untuk mesin diesel “compression ignition”.

Baca juga: 5 Orang Paling Tajir di Indonesia Berkat Sawit

Biodiesel FAME dalam BBM Diesel/Bx adalah Campuran xx%-volume biodiesel (FAME) dalam BBM Solar.

Green-diesel/diesel nabati/D100 adalah minyak hidrokarbon tanpa kandungan oksigenat untuk bahan bakar mesin diesel putaran tinggi yang berasal dari bahan nabati melalui berbagai teknologi proses tertentu.

Green-gasoline/bensin nabati/G100 adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang dimaksudkan untuk kendaraan roda dua, tiga, atau empat.

Secara sederhana, bensin nabati tersusun dari hidrokarbon rantai lurus, mulai dari C5 (petana) sampai dengan C11 dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) minimal 90.

Baca juga: Pemasaran Produk Kelapa Sawit Indonesia Mulai Ditolak di Swiss

Bioavtur/biojet/Jet-Biofuel/J100 adalah bakar bakar alternatif untuk pesawat terbang bermesin turbin dengan bahan baku dari sumber nabati yang dapat diperbaharui (renewable) melalui berbagai teknologi proses tertentu.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X