Airlangga Ingin Belanja APBN Rp 1.000 Triliun Terserap hingga Akhir 2020

Kompas.com - 21/07/2020, 17:44 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020) Dok. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bakal menggenjot penyerapan anggaran belanja negara hingga akhir tahun.

Adapun hingga saat ini, sisa anggaran belanja negara dalam APBN 2020 lebih dari Rp 1.000 triliun.

Dia mengatakan, dengan demikian harapannya penyerapan belanja negara bisa menjadi stimulus dalam perekonomian yang terdampak pandemi.

Baca juga: Penasaran Kenapa APBN Selalu Defisit dan Ditambal dengan Utang?

"Dari segi ekonomi, stimulus fiskal yang akan dimonitor agar sampai akhir tahun belanja negara di APBN yang di atas Rp 1.000 triliun bisa direalisasikan enam bulan," ujar Airlangga dalam keterangan pers, Selasa (21/7/2020). 

Lebih lanjut Airlangga yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pun mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi realisasi stimulus fiskal baik melalui Kementerian/Lembaga, non K/L, hingga pemda.

Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 695,2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

Secara lebih rinci, anggaran tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 203,9 triliun, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 123,46 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp 106,11 triliun, kesehatan Rp 87,55 triliun, dan pembiayaan korupsi Rp 53,55 triliun.

Baca juga: Semester I 2020, Defisit APBN Capai Rp 257,8 Triliun

Adapun secara keseluruhan, di dalam APBN 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran belanja negara sebesar 2.739,2 triliun.

Hingga semester I 2020, realisasinya sudah mencapai Rp 1.068 triliun atau baru 39 persen dari pagu.

Adapun dari sisi pendapatan negara, hingga Juni 2020 tercatat mencapai Rp 811,2 triliun atau 47,7 persen dari target yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 72 tahun 2020 yang sebesar Rp 1.699,9 triliun.

Nilai tersebut merosot 9,8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X