Meski Terdampak Pandemi, BTN Yakin Bisnis Tetap Melaju

Kompas.com - 21/07/2020, 20:06 WIB
Direktur Bank BTN Nixon LP Napitupulu, Jumat (15/12/2017) KOMPAS. com / Mei LeandhaDirektur Bank BTN Nixon LP Napitupulu, Jumat (15/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kondisi pandemi Covid-19, segmen usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM) masih menjadi fokus utama pemerintah dan regulator.

Hal ini ditunjukkan dengan telah dikeluarkannya sederet stimulus bagi segmen UMKM, mulai dari restrukturisasi, subsidi bunga hingga penjaminan kredit.

Namun, ada juga segmen yang menjadi sorotan yakni ritel semisal kredit pemilikan rumah ( KPR). PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BTN) sebagai penguasa pasar KPR mengatakan pihaknya terus mendorong debitur untuk tetap mengajukan kebutuhan keringanan selama pandemi.

Baca juga: BTN dan SMF Sepakati Refinancing Rp 850 Miliar untuk KPR

Tapi di sisi lain, Direktur Keuangan BTN Nixon Napitupulu juga menyebut saat ini pihaknya terus mendorong transaksi digital baik untuk nasabah maupun pengajuan kredit.

"Misalnya saja, transaksi mobile banking kami naik 30 persen dalam tiga bulan terakhir, jumlah penggunanya juga tumbuh lebih dari 30 persen. Angka yang bahkan kita tidak pernah lihat sebelumnya," katanya dalam Pelatihan UMKM Akurat "Strategi Bisnis UMKM Tetap Berjaya di Era New Normal" di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Menurut Nixon, walau banyak kerugian yang dialami akibat pandemi, kondisi saat ini memang memaksa nasabah untuk lebih aktif menggunakan layanan perbankan digital.

Misalnya saja, meskipun masih ada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sebagian wilayah, calon pembeli rumah tetap aktif mencari hunian melalui fitur digital seperti BTN Properti. Catatan BTN menunjukkan, jumlah pengunjung BTN Properti sampai akhir Juni 2020 tercatat telah mencapai 2,6 juta.

Baca juga: Dapat Dana Pemerintah, BTN Bidik Penyaluran Kredit Rp 30 Triliun

Tapi di sisi lain, tetap saja permintaan kredit perumahan masih lesu.

"Mungkin sudah terbiasa, mau tidak mau kalau beli rumah harus melihat fisiknya. Lalu persoalan kedua, untuk jual beli rumah akadnya masih belum bisa dilakukan secara online," sambungnya.

Namun, bank bersandi bursa BBTN ini tidak berkecil hati. Sebab, menurut Nixon sejak bulan April-Juni 2020 masih terdapat pemberian kredit baru walau jumlahnya jauh dibanding situasi normal.

Selain itu, perseroan juga masih melakukan restrukturisasi kredit bagi sejumlah debitur. Setidaknya saat ini sudah ada 212.000 debitur BTN yang selesai direstrukturisasi, mayoritas di antaranya atau lebih dari 200.000 merupakan debitur KPR sisanya dari pengusaha alias pengembang.

"Paling banyak yang mereka minta adalah penundaan pembayaran tenor 6 sampai 12 bulan," ungkapnya. (Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Walau terdampak pandemi, BTN yakin bisnis tetap melaju



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Whats New
Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Whats New
Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X