Profil Sinovac, Perusahaan China Pengirim Vaksin Corona ke Indonesia

Kompas.com - 22/07/2020, 08:37 WIB
Petugas laboratorium memegang satu dosis kandidat vaksin Covid-19 di National Primate Research Center of Thailand. Gambar diambil pada 23 Mei 2020. AFP/MLADEN ANTONOVPetugas laboratorium memegang satu dosis kandidat vaksin Covid-19 di National Primate Research Center of Thailand. Gambar diambil pada 23 Mei 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2.400 calon vaksin Covid-19 dari perusahaan China, Sinovac Biotech Ltd, tiba di Indonesia pada 19 Juli lalu. Bakal vaksin itu akan diuji klinis di laboratorium di dalam negeri.

Kedatangan ribuan kandidat vaksin tersebut diharapkan membuat peluang produksi vaksin virus corona (Covid-19) di Indonesia bisa dilakukan pada awal tahun depan. Uji klinis di Indonesia akan dilakukan selama 6 bulan.

Tak hanya ke Indonesia, Sinovac juga mengirimkan vaksin ke sejumlah negara untuk menanggulangi pandemi virus corona.

Untuk melawan pandemi Covid-19, Sinovac mengembangkan vaksin CoronaVac. Dalam uji coba di laboratorium di China, vaksin ini diketahui bisa menciptakan respon kekebalan melawan infeksi virus corona di dalam tubuh.

Baca juga: Pemerintah Bakal Datangkan Vaksin Covid-19 dari Inggris untuk Uji Klinis

Dilansir dari Business Insider, Rabu (22/7/2020), vaksin corona buatan Sinovac saat ini sudah masuk pada pengujian tahap ketiga.

Untuk mengebut target produksi pada awal tahun depan, Sinovac bahkan saat ini sudah mengerahkan hingga 9.000 tenaga kesehatan, termasuk ilmuan, untuk mempercepat penyelesaikan pengembangan vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, dikutip dari Times of India, Sinovac mengklaim kalau vaksin ini belum terlihat menyebabkan efek samping yang mengkhawatirkan. Setelah diinjeksi ke tubuh manusia, vaksin ini langsung memicu sistem kekebalan bereaksi cepat menciptakan antibodi virus.

Dilihat dari laman resminya, Sinovec merupakan salah satu perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia. Perusahaan ini mulai dirintis oleh Weidong Yin yang mengembangkan vaksin hepatitis A.

Baca juga: Tentang Calon Vaksin Corona dari China yang Dikirim ke Indonesia

Vaksin tersebut merupakan yang pertamakalinya dikembangkan sendiri oleh ilmuan China. Beberapa tahun setelahnya, vaksin buatan Sinovac mulai diterima pasar dan mulai diproduksi untuk kepentingan komersial.

Di China, perusahaan ini mengoperasikan fasilitas produksi dan research and development di 5 lokasi. Kantor pusatnya berada di Beijing. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki fasilitas lab di Brasil. 

Sinovac yang didirikan tahun 2001 ini memproduksi dua kategori vaksin, yakni vaksin untuk influenza dan vaksin untuk hepatitis. Selain itu, Sinovac juga memproduksi vaksin untuk binatang.

Banyak vaksin yang sudah dibuat dan dikomersialkan perusahaan tersebut antara lain vaksin hepatitis A dan B, influenza H5N1 (flu burung), influenza H1N1 (flu babi), vaksin gondok, dan vaksin rabies anjing.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir: Vaksin Corona Asal China dalam Proses Uji Klinis di RI

Sinovac juga tengah mengembangkan vaksin penyakit lain di antaranya vaksin polisakarida pneumokokus, vaksin varicella, dan vaksin polio inactive.

Diberitakan dari Harian Kompas, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, calon vaksin yang dikirim Sinovac akan diuji klinis tahap tiga setelah baru saja di Indonesia.

"Jika uji klinis vaksin Covid-19 fase tiga lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal pertama 2021. Kami mempersiapkan fasilitas produksi kapasitas maksimal 250 juta dosis," kata Honesti dalam keterangannya.

Sebelum uji klinis dilakukan, sejumlah tahapan lain harus disiapkan, seperti pengujian di laboratorium Bio Farma. Menurut rencana, uji klinis dilakukan di Pusat Uji Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Pengujian melibatkan 1.620 subyek riset berusia 18-59 tahun dengan kriteria tertentu.

Baca juga: Pro Kontra Kalung Eucalyptus Kementan yang Diklaim Ampuh Bunuh Corona

Sisa kandidat vaksin akan digunakan untuk pengujian di beberapa laboratorium lain, seperti laboratorium di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional.

Dalam uji klinis kandidat vaksin Covid-19, Bio Farma jadi sponsor dan menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan sebagai penasihat medis dan pelaksanaan uji titer antibodi netralisasi.

BUMN produsen vaksin ini juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai regulator dan fakultas kedokteran dalam uji klinis vaksin.

"Pengembangan vaksin Covid-19 ini adalah satu dari lima skenario Bio Farma menangani penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19," ujar Honesti.

"Skenario lainnya, antara lain, berupa produksi real time polymerase chain reaction, terapi plasma konvalesen, mobile laboratorium BSL 3, dan pembuatan viral transport media,” kata dia lagi.

Baca juga: Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.