Sejak Oktober 2019, KKP Sudah Menjaring 66 Kapal Illegal Fishing

Kompas.com - 22/07/2020, 11:00 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019). ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSAMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat telah menangkap sebanyak 66 kapal ilegal, baik dari dalam negeri maupun asing sejak Oktober 2019.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, 66 kapal tersebut terdiri dari 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia.

"Kapal asing terdiri dari 22 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, dan 12 kapal berbendera Malaysia," kata Edhy dalam konferensi video, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: 2 Pejabat KKP Mundur, Edhy Prabowo: Saya Pikir Itu Hak

Edhy menuturkan, dari 49 kapal asing, sebanyak 16 kapal sudah memiliki kekuatan hukum tetap, 4 kapal dalam proses banding, dan 1 kapal tenggelam karena melakukan perlawanan.

Kapal-kapal yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap ini nantinya bakal dimanfaatkan dan dihibahkan untuk sekolah-sekolah perikanan.

"Kami sangat tegas dalam hal ini, jika pelaku illegal fishing melawan di tengah laut, saya perintahkan jajaran untuk tidak segan-segan menenggelamkan sesuai ketentuan SOP yang sudah kita miliki," tukas Edhy.

Baca juga: Lowongan Kerja Sampoerna untuk S1 dan S2 Semua Jurusan

Dalam penanganan proses hukum terhadap pelaku illegal fishing, pihaknya telah menangani 343 ABK kapal asing selama 2020. Rinciannya, 21 orang berstatus tersangka, 108 orang berstatus non-justicia, 37 orang diproses di Kejaksaan, 133 orang dalam proses di Dirjen Imigrasi sebanyak, dan 44 orang telah dipulangkan ke negara asal.

Adapun terhadap 17 Kapal ikan indonesia yang berhasil diamankan, 2 kapal telah dihukum karena berkaitan dengan destructive fishing, dan 15 kapal diberi sanksi administrasi.

"Ini sebagai bentuk pembinaan terhadap nelayan Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: 30 Tahun Jadi Perajin Tempe, Rasjeni Baru Kali Ini Merasa Hampir Runtuh



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X