Bahlil: Singapura Resesi, Tak Pengaruh ke Investasi Indonesia

Kompas.com - 22/07/2020, 14:36 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ ADE MIRANTI KURNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja realisasi investasi langsung asing (Penanaman Modal Asing/ PMA) di Indonesia sepanjang kuartal II-2020 masih didominasi oleh Singapura. Pada periode ini, inevstasi Singapura mencapai 28,8 persen dari total PMA.

Padahal, negara tersebut sedang mengalami resesi ekonomi, setelah pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi di kedua kuartal. Pada kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi Singapura terkontraksi 41,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dampak resesi ekonomi Singapura tidak memberikan pengaruh signifikan pada investasi negara tersebut ke Indonesia. Sebab, Singapura merupakan negara financial trade, sehingga memiliki postur ekonomi yang berbeda dengan Indonesia.

"Postur ekonomi Singapura lebih didorong oleh arus barang masuk dan manusia dan ekonomi mereka didorong oleh ekspor, impor dan pariwisata,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020). 

Baca juga: Indonesia Terancam Resesi, PHK dan Kemiskinan Bakal Meningkat

Di sisi lain, dana yang berasal dari Singapura mayoritas bukanlah berasal dari negara tersebut melainkan dari negara lain. Lantaran, Singapura merupakan hub bagi investasi dari negara lain yang masuk menuju Indonesia.

Oleh sebab itu kata Bahlil, tidak ada pengaruh signifikan dari resesi Singapura terhadap investasi di Indonesia, karena investasi dari negara tersebut juga sudah berjalan saat ini.

“Singapura adalah jalur penghubung, bagi berbagai negara yang mau merealisasikan investasinya ke Indonesia lewat Singapura. Jadi enggak mungkin investasi 20, 30 persen mandek karena adanya persoalan Singapura. Saya yakin tetap jalan, buktinya meskipun ekonomi Singapura sudah minus tetap paten realisasinya ke kita, ” papar Bahlil.

Adapun sepanjang kuartal II-2020 realisasi PMA tercatat sebesar Rp 97,6 triliun menyumbang 50,9 persen dari total investasi yang sebesar Rp 191,9 triliun.

Secara rinci, lima negara dengan nilai PMA tertinggi yakni Singapura senilai 2 miliar dollar AS dengan porsi 28,8 persen total PMA. Investasinya tersebar di 3.680 proyek yang ada di Indonesia.

Baca juga: Menurut BI, Ini 4 Kunci Ampuh agar Indonesia Terhindar dari Resesi

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X