Menko Luhut: Tadi Pak Presiden Telepon Saya Pagi-pagi...

Kompas.com - 22/07/2020, 18:36 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd
MUHAMMAD IQBALPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pagi-pagi tadi menghubunginya. Apa yang dibahas?

Menurut Luhut dirinya diingatkan Presiden agar di platform digital tidak ada barang- barang impor yang diperjualbelikan.

"Tadi Pak Presiden telepon saya pagi-pagi mengingatkan jangan sampai barang yang dijual di situ (platform digital) adalah barang yang diimpor," ujarnya secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Bansos untuk UMKM, Sri Mulyani: Bapak Presiden Meminta Kami...

Pasalnya, di dalam platform digital masih ada barang-barang impor yang dipasarkan. Padahal, Jokowi menginginkan platform digital RI diperuntukkan bagi pemasaran produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Karena ada data 20 persen peningkatan impor barang-barang konsumtif," katanya.

Luhut menyebut, melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) ada potensi peningkatan pemasaran produk UMKM hingga 18 kali lipat hingga akhir tahun bila melalui platform digital.

"Data menunjukkan bahwa penjualan di platform digital meningkat hingga 8 kali bahkan akan bertambah hingga 18 kali lipat hingga akhir tahun ini," ucapnya.

Luhut sebelumnya juga menyebutkan, terdapat 1 juta UMKM kini telah masuk dalam ekosistem digital dengan total pinjaman senilai Rp 4,2 triliun yang akan disalurkan. Menurutnya, fasilitas pinjaman tersebut bisa bertambah. 

Baca juga: Kata Luhut, Rapid Test Buatan Lokal Cukup Bayar Rp 75.000



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X