Kredit Perbankan Diperkirakan Baru Pulih Akhir 2020

Kompas.com - 23/07/2020, 06:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memukul perekonomian Indonesia, termasuk menahan laju bisnis perbankan nasional. Penyaluran kredit terhambat akibat tersendatnya perekonomian karena penerapan kebijakan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Makro Ekonomi Muhammad Ikhsan mengatakan, lambatnya laju kredit bukan karena persoalan likuiditas perbankan. Melainkan credit crunch, yakni keengganan bank dan penghematan pinjaman yang dilakukan oleh bank di tengah pandemi.

"Kondisi bank masih aman, permasalahan justru bukan di likuiditasnya, melainkan credit crunch yang terjadi," ujarnya dalam webinar Maybank Indonesia: Economic Outlook 2020, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Cegah Fraud di Perbankan, OJK Terapkan Pengawasan Berlapis

Ikhsan memperkirakan, pemulihan kredit bank baru akan berlangsung pada akhir 2020 atau awal 2021. Lantaran, fokus pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan dan perlindungan sosial.

"Kita lihat proses pemulihan yang pertama ialah kesehatan, kedua perlindungan sosial, lalu pada akhir 2020 atau awal 2021 kita melihat dampaknya pada bisnis kredit perbankan dan ini perlu restrukturisasi," jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa segmen penyaluran kredit yang terdampak pandemi diantaranya sektor korporasi, UKM, mikro, serta ritel. Utamanya pada sektor-sektor yang kegiatan ekonominya berjalan dengan mengandalkan pertemuan fisik.

"Sedangkan sektor yang banyak mengandalkan virtual lebih tidak terdampak, dan proses pemulihannya bisa lebih cepat," katanya.

Kendati demikian, pemerintah saat ini tengah memberikan stimulus pada dunia usaha dan sektor jasa keuangan. melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Stimulus untuk UMKM dianggarkan sebesar Rp 123,46 triliun, untuk pembiayaan korporasi sebesar Rp 53,57 trilun, serta insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun.

Untuk diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan pada Mei 2020 tumbuh melambat sebesar 3,04 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan April yang tumbuh 5,73 persen (yoy).

Sementara likuiditas perbankan nasional masih sangat kuat dengan rasio kredit terdahap simpanan (loan deposit ratio/LDR) pada Mei 2020 berada di level 90,42 persen.

Sedangkan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih tumbuh 8,87 persen (yoy) di Mei 2020, meningkat bila dibandingkan pada April 2020 tumbuh 8,08 persen (yoy).

Baca juga: OJK Pecat Pegawainya yang Terima Suap dari Bank Bukopin Surabaya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan dari Bos Pertamina dan PLN | Penyebab Startup Lakukan PHK Massal

[POPULER MONEY] Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan dari Bos Pertamina dan PLN | Penyebab Startup Lakukan PHK Massal

Whats New
Wacana KA Argo Parahyangan Dihapus demi Kereta Cepat

Wacana KA Argo Parahyangan Dihapus demi Kereta Cepat

Whats New
Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Whats New
[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

Rilis
Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Whats New
Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Rilis
Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Work Smart
Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

BrandzView
Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Whats New
Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Whats New
Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Whats New
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Whats New
Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Whats New
Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.