Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/07/2020, 08:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak menguat. Pada penutupan sebelumnya, IHSG ditutup pada zona merah dengan penurunan 0,09 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penguatan IHSG pagi ini akan terdorong sentimen uji coba vaksin Covid-19 yang terus dikebut.

Di AS, muncul berita positif terkait dengan kerjasama antara BioNTech dan Pfizer dengan biaya dari pemerintah AS yang cukup besar menyebabkan kedua saham tersebut mengalami penguatan dan menjadi sentimen positf pasar.

Baca juga: IHSG Sore Ini Ditutup Berada di Zona Merah

Pemerintah AS rela menggelontorkan biaya 1,95 miliar dollar AS untuk memproduksi 100 juta vaksin Covid-19. Apalagi pengembangan vaksin yang umumnya butuh 10 tahun, dikebut menjadi setahun menunjukkan komitmen yang tinggi untuk memerangi pandemi Covid-19.

“Kalau saya pikir di pagi indeks nya akan menguat karena sentimen vaksin Covid-19. Namun, dan sorenya akan turun lagi. Indeks ini saat ini sedang dalam level yang tinggi,” kata Hans kepada Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Di sisi lain, tercapainya kesepakatan paket stimulus di Eropa, setelah melakukan negosiasi panjang di Brussels, nanyatanya masih terkalahkan dengan kekhawatiran akan laju penyebaran Covid-19 yang membuat indeks Eropa dititip merah kemarin.

Bursa Eropa di tengah adanya stimulus yang besar, mereka lebih khawatir pada pandemi Covid-19. Sehingga indeks Eropa agak melemah,” jelas dia.

Stimulus lanjutan oleh Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan turun dalam waktu dekat, walaupun nominal per minggu berkurang dari 600 dollar AS, menjadi 400 dollar AS, ini masih menjadi sentimen positif pasar.

Konflik China dan AS yang semakin memanas juga membuat pasar Asia cenderung berhati-hati. Hal ini karena secara mendadak AS meminta Beijing untuk menutup kantor konsulat China di Houston, Texas.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.099 sampai dengan 5.031 dan resistance pada level 5.142 sampai dengan 5.200.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Cara Daftar dan Aktivasi m-Banking BNI lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Daftar dan Aktivasi m-Banking BNI lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Beralihnya Tim Pengelolaan Food Estate Humbahas dari Kementan ke Kemenko Marves

Beralihnya Tim Pengelolaan Food Estate Humbahas dari Kementan ke Kemenko Marves

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+