Ekspor Merosot, Kuartal II-2020 Korea Selatan Alami Resesi

Kompas.com - 23/07/2020, 09:51 WIB
Suasana di salah satu rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Januari 2020, saat wabah virus corona sudah merebak. Shutterstock/Luke W. ChoiSuasana di salah satu rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Januari 2020, saat wabah virus corona sudah merebak.

SEOUL, KOMPAS.com - Perekonomian Korea Selatan pada kuartal II tahun ini masuk ke dalam jurang resesi akibat dampak padnemi virus corona (Covid-19).

Hal itu menyebabkan perekonomian Korea Selatan mengalami kemerosotan terburuk dalam dua dekade terakhir lantaran kinerja ekspor yang tertekan. Selain itu, kebijakan pembatasan sosial atau social distancing menyebabkan hasil produksi tak mampu diserap oleh pasar.

Dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2020) negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia tersebut menyusut 3,3 persen pada kuartal II yang berakhir pada bulan Juni, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bank of Korea menyatakan, kontraksi tersebut merupakan yang paling tajam sejak 1998.

Baca juga: BI: Tahun Ini, Hampir Semua Negara di Dunia Bisa Resesi

"Seiring dengan belanja konsumen yang seharusnya membaik secara bertahap, ancaman dari virus nampaknya tidak mungkin hilang sepenuhnya, dan pembatasan sosial nampaknya akan tetep terjadi," ujar Ekonom Capital Economics Asia Alex Holmes.

"Di sisi lain, proses pemulihan permintaan global akan berlangsung dengan lamban, sehingga akan membebani perbaikan kinerja ekspor," jelas dia.

Secara tahunan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan akan merosot 2,9 persen. Angka tersebut merupakan penurunan terdalam sejak kuartal IV tahun 1998.

Pasalnya ekspor yang berkontribusi hingga mendekati 40 persen dari keseluruhan ekonomi Korea Selatan merosot hingga 16,6 persen pada kuartal IV, yang teburuk sejak 1963.

Investasi konstruksi merosot 1,3 persen secara kuartalan, sementara investasi dalam bentuk modal merosot 2,9 persen. Output manufaktur dan jasa merosot masing-masing 9 persen dan 1,1 persen.

Satu-satunya kinerja perekonomian yang positif adalah konsumsi swasta yang meningkat 1,4 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh bantuan langsung tunai yang diberikan oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Korea Selatan Hong Nam-ki mengatakan ekonomi akan mengalami pemulihan di kuartal III.

Baca juga: 2 Kunci Agar Indonesia Bisa Selamat dari Resesi...

"Akan mungkin terjadi rebound seperti China pada kuartal III ketiga pandemi telah melambat dan aktivitas produksi, kegiatan sekolan, dan rumah sakit kembali berlanjut," ujar Hong dalam sebuat rapat perumusan kebijakan.

Pemerintah Korea Selatan telah menggelontorkan anggaran 277 triliun won atau sekitar 231 miliar dollar AS sebagai bantalan kinerja perekonomian yang terdampak pandemi. Namun demikian, para perumus kebijakan tidak bisa mengontrol permintaan global yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor Negeri Ginseng itu.

Adapun hingga akhir tahun, banyak analis memproyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel akan merosot 0,4 persen, untuk pertama kalinya dan yang terbesar sejak 1998. Namun, Dana Moneter Internasional memperoyeksi ekonomi Korsel akan merosot hingga 2,1 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X