OJK Sebut Rasio Kredit Macet Mulai Meningkat, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 23/07/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi NPL Thinkstockphotos.com/5432actionIlustrasi NPL

JAKARTA, KOMPAS.com - Rasio kredit macet atau non performing loan ( NPL) mulai mengalami peningkatan.

Peningkatan NPL ini utamanya diakibatkan adanya perbankan yang tidak memaksimalkan aturan relaksasi kredit yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, sampai dengan Mei 2020, rasio NPL perbankan sudah mencapai 3,01 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya.

Baca juga: Kredit Macet Sebelum Corona Bisa Dapat Relaksasi Juga?

"Berkaitan dengan NPL, sudah slightly naik, menjadi 3,01 persen sedangakan sebelumnya hanya 2,8-2,9 persen," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (27/3/2020).

Menurutnya, kenaikan NPL tersebut diakibatkan adanya perbankan yang masih belum memaksimalkan aturan POJK 11 Tahun 2020.

Padahal, perbankan sudah melaksanakan kebijakan relaksasi kredit. Namun, masih terdapat bank yang melakukan pembentukan cadangan kredit.

"Kita melihat perbankan, beberapa bank yang tidak 100 persen mengoptimalkan POJK 11 dalam arti pembuatan cadangan, di restruktur iya, tapi pembuatan cadangan tetap dibuat, ada beberapa bank yang ktia lihat begitu," tuturnya.

Melalui POJK 11, perbankan tidak perlu melakukan pembentukan cadangan dengan adanya keterlembatan pembayaran kredit akibat restrukturisasi.

 

Baca juga: NPL Bank Kecil Terus Naik

Sebab, kredit yang direstruktur terhitung masih lancar, sehingga seharusnya tidak mengganggu likuiditas perbankan.

Namun, beberapa perbankan justru masih membentuk pencadangan, sehingga mengakibatkan rasio NPL bertambah.

"Ini slightly NPL naik," kata dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wimboh menyebutkan pihaknya telah membagi menjadi dua macam perhitungan rasio NPL.

"Kita mempunyai tracking 2 angka, angka NPL yang berdasarkan restructure, dan angka NPL yang tidak berdasarkan restructure," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Whats New
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X