Hindari Resesi, Chatib Basri Usul ke Pemerintah Perluas BLT

Kompas.com - 23/07/2020, 14:05 WIB
Pengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDOPengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Strategi meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi virus corona (Covid-19), menurut Ekonom Chatib Basri adalah dengan cara memperluas penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) berupa uang tunai.

"Karena itu buat saya, BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu menjadi kunci untuk diperluas, tidak hanya kelompok miskin, tetapi lower middle income group," ucapnya mengutip wawancara dengan Kompas TV, Kamis (23/7/2020).

Pasalnya, golongan konsumtif yang paling banyak adalah masyarakat miskin dan masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Oleh sebab itu, usul Chatib ke pemerintah untuk menyalurkan BLT ke golongan pendapatan menengah ke bawah.

"Buat saya, dari kelompok masyarakat yang melakukan konsumsinya seketika itu rakyat menengah ke bawah. Kalau kelompok atas dikasih uang, dia akan simpan. Tetapi kalau yang menengah ke bawah akan spend," katanya.

Baca juga: Bahlil: Singapura Resesi, Tak Pengaruh ke Investasi Indonesia

Dengan memperluas pemberian BLT maka upaya pemerintah peluang terhindar dari ancaman resesi (krisis) akibat pandemi covid bisa terjadi.

"Bisa iya (resesi). Tergantung bansos itu bisa membantu terjadinya pembalikan dari konsumsi. Buat saya sih yang paling penting dan sederhana kasih uanglah, jangan yang lain-lain," katanya.

"Karena jika dikasih uang, itu bisa dia gunakan. Ada kebebasan orang untuk memilih konsumsinya. Tapi kalau Anda kasih makanan tertentu, belum tentu makanan itu dimakan," lanjut Chatib.

Baca juga: Masih Ada Desa yang Belum Terima Dana BLT, Ini Kata Mendes

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menyebut, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa kepada masyarakat yang terdampak ekonomi akibat covid 19 per tanggal 20 Juli Tahun 2020 mencapai Rp 10,83 triliun.

Mendes PDTT mengatakan, sebanyak 81 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa merupakan keluarga miskin yang baru kali ini mendapatkan bantuan dari pemerintah.

BLT Dana Desa sendiri disalurkan melalui dua gelombang, yakni gelombang pertama diberikan pada bulan April (tahap I), Mei (Tahap II), dan Juni (Tahap III) masing-masing Rp 600.000 per KPM per bulan.

Sedangkan gelombang kedua diberikan pada bulan Juli (Tahap IV), Agustus (Tahap V), dan September (Tahap VI) masing-masing Rp 300.000 per KPM per bulan.

Baca juga: Apa Kabar BLT Dana Desa? Ini Realisasinya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X