KILAS

Garut Dilanda Kekeringan, Ini Langkah Antisipasi yang Disarankan Kementan

Kompas.com - 23/07/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi kekeringan.
KOMPAS.comIlustrasi kekeringan.

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini kondisi iklim sedang tidak menentu.

Kondisi itu menyebabkan wilayah Garut bagian tengah, selatan, dan utara mengalami kekeringan. Akibatnya, sektor pertanian 14 kecamatan di Garut terancam gagal panen.

“Jika tidak ditangani, petani akan mengalami kerugian dan berdampak pada penurunan produksi,” kata Mentan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Untuk itu, ia meminta petani melakukan langkah antisipasi dengan mengoordinasikan masalah tersebut ke dinas terkait.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy, menyarankan petani untuk memastikan ketersediaan sumber-sumber air di sekitarnya.

Baca juga: Musim Kemarau Indonesia Berlanjut hingga Oktober, Ini Daftar Wilayah Kekeringan

“Pertama, petani harus mengetahui dan memastikan sumber-sumber air terdekat untuk mendukung pertaniannya. Jika tidak bisa, segera berkoordinasi dengan dinas atau pihak terkait agar dicarikan solusi terbaik,” kata Sarwo Edhy.

Ia melanjutkan, petani dapat menjaga ketersediaan air dengan membenahi aliran irigasi. Namun jika tidak memungkinkan, petani bersama pihak-pihak terkait dapat membangun embung.

“Embung menjadi salah satu solusi terbaik karena air akan selalu tersedia dan petani bisa memantaunya,” ujar Sarwo Edhy.

Kemudian untuk menghindari kerugian, Sarwo menganjurkan petani untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Dengan begitu, petani bisa melakukan klaim lahan yang rusak dan menanam kembali.

Baca juga: Kekeringan Mengancam, Kementan Imbau Petani Perbaiki dan Bangun Sistem Pengairan

“Asuransi dapat menjaga lahan pertanian dari mitigasi bencana seperti banjir, kekeringan, longsor, serangan hama, dan lainnya, sehingga petani bisa beraktivitas dengan tenang,” imbuh Dirjen PSP Kementan itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X