Tips agar Disiplin Menyimpan Dana Darurat

Kompas.com - 23/07/2020, 15:17 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah ShutterstockIlustrasi gaji, rupiah
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang tentu akan memiliki berbagai masalah, tanpa terkecuali masalah keuangan. Sering sekali ketika masalah keuangan menghantam, mengambil pinjaman dari bank atau kartu kredit menjadi pilihan utamanya.

Vice President Mass Funding Bank BRI Kicky Andrie Davetra mengatakan, menambah utang justru membuat masalah keuangan semakin sulit, Sebab, kata dia, mencicil utang tentu akan membuat biaya pengeluaran semakin bertambah.

"Makanya jalan satu-satunya atau pilihan yang tepat itu adalah dengan membuat dana darurat. Dana darurat bisa kita gunakan ketika kita tiba-tiba memiliki masalah, entah itu ketika sakit memerlukan biaya tambahan atau ketika kita kehilangan pekerjaan," ujarnya dalam K-Talk LIVE yang disiarkan secara virtual, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Dahlan Iskan: Pembentukan Komite Covid-19 Menempatkan Erick Thohir Mirip Perdana Menteri

Kicky menilai masih banyak orang yang salah dalam menyusun strategi membuat dana darurat. Menurut dia, seharusnya dana darurat itu adalah hal yang pertama kali dialokasikan ketika hari gajian sudah tiba, bukan pada saat sisa-sisa gaji sudah mau habis.

"Seharusnya yang benar itu adalah ketika kita baru gajian hal yang paling utama yang kita amankan itu adalah dana darurat, kita alokasikan dulu budget untuk dana darurat berapa, baru setelah itu sisanya kita bagi-bagikan untuk kebutuhan lainnya. Bukan malah sebaliknya, ini yang sering salah dilakukan oleh masyarakat," katanya.

Ia pun membocorkan satu tips yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengalokasikan dana darurat, yaitu dengan cara membuka tabungan khusus yang bisa menarik dana secara otomatis dari rekening debit.

Misalnya, BritAma Rencana Flexy melalui aplikasi Brimo yang dimiliki oleh Bank BRI.

Baca juga: Ini Penjelasan Jouska Soal Klien yang Merasa Dirugikan

Kicky menjelaskan, dengan BritAma Flexy, nasabah bisa melakukan penyetoran dana secara otomatis yang dipotong langsung dari kartu debit nasabah.

"Jadi kita bebas mau memilih setiap tanggal berapa kartu debit kita dipotong dan bebas juga mau diambil kapan dan besarannya berapa. Ini caranya otomatis tiap bulan, jadi kita tidak perlu repot-repot lagi," kata dia.

Dengan adanya bantuan rekening ini, kata dia, bisa menjadi pilihan masyarakat bila ingin mengalokasikan dana darurat secara disiplin.

Baca juga: 4 Tips Mengelola Keuangan agar Tetap Sehat di Tengah Pandemi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X