Penyaluran Dana Bergulir Rp 1 Triliun untuk Koperasi Akan Dipercepat

Kompas.com - 23/07/2020, 16:18 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun yang akan dialokasikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dipercepat penyalurannya kepada koperasi.

Ia menyebut hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya antisipasi dampak perlambatan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.

“Kami akan melakukan upaya-upaya cepat dan komprehensif untuk membantu UMKM dan koperasi menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya dalam siaran resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Mulai 17 Agustus, UMKM Bisa Buat NPWP di 4 Bank BUMN

Selain itu Teten juga mengatakan sebagai bagian dari upaya cepat dan komprehensif dalam program PEN, pihaknya pun telah menyiapkan strategi khusus, dengan menerapkan 3 fase untuk memulihkan sektor koperasi dan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Fase pertama, kata dia, adalah melalui fase program survival. Dia menjelaskan melalui fase ini, pihaknya telah melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDB KUMKM.

Restrukturisasi ini pun diberikan dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan. Hingga saat ini telah dilakukan restrukturisasi kepada 40 mitra koperasi dengan total outstanding sebesar Rp 135,7 miliar.

Baca juga: Tips Agar Disiplin Menyimpan Dana Darurat

“Dalam program ini LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundan pembayaran sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100 persen selama 1 tahun,” kata.

Kedua, yaitu fase program pemulihan ekonomi, yang dimana, kata dia, dengan alokasi tambahan sebesar Rp 1 triliun, pembiayaan khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga sebesar 3 persen.

“Sampai saat ini kami telah melakukan penyaluran pinjaman atau pembiayaan baru dengan total pencairan sebesar Rp 381,4 miliar dengan rincian untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp 21,8 miliar dengan jumlah mitra sebanyak 13 mitra. Lalu dengan pola syariah sebesar Rp 109 miliar dengan jumlah mitra sebanyak 21 mitra,” ucapnya.

Baca juga: Dahlan Iskan: Pembentukan Komite Covid-19 Menempatkan Erick Thohir Mirip Perdana Menteri

Lalu yang ketiga adalah fase program penumbuhan ekonomi. Kemenkop telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dana bergulir LPDB-KUMKM yang disiapkan Rp 1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) segera dikucurkan kepada koperasi.

“Saya senang tadi disiapkan LPDB Rp 1 triliun, betul? Ini segera berikan kepada koperasi-koperasi yang baik agar dari koperasi juga diberikan kepada anggota secepat-cepatnya,” katanya.

Baca juga: Hindari Resesi, Chatib Basri Usul ke Pemerintah Perluas BLT

Presiden Jokowi juga mengatakan, saat ini waktu yang tersisa semakin pendek dalam upaya untuk memulihkan usaha para pelaku koperasi dan UMKM di Indonesia.

Ia juga menyampaikan kepada jajarannya agar belanja APBN bisa dioptimalkan dalam tiga bulan terakhir ini.

Selain itu pesiden juga menekankan penting dilakukan penyederhanaan dalam proses penyaluran dana bergulir, agar proses yang terjadi di koperasi dan LPDB bisa lebih cepat dan lebih sederhana.

"Kita butuh kecepatan, salurkan cepat, sederhanakan prosesnya. Saya tidak ingin koperasinya tutup, baru dibantu, enggak ada artinya, jangan menunggu," kata dia.

Baca juga: RSUI Buka Lowongan Formasi Calon Pegawai Tidak Tetap, Simak Persyaratannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X