Ini Tiga Jurus yang Dilakukan Industri Penerbangan di Masa Pandemi

Kompas.com - 23/07/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi disinfeksi di pesawat pada masa pandemi virus corona ShutterstockIlustrasi disinfeksi di pesawat pada masa pandemi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) bersama pelaku industri bandara di Eropa, Asia Selatan dan Timur Tengah menyepakati tiga cara bagi sektor penerbangan global dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pertama, meningkatkan kerja sama di antara para pemangku kepentingan.

Nantinya, para stakeholder harus bekerja sama dengan erat seperti operator bandara, maskapai dan regulator, serta di antara sejumlah organisasi global yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO), International Air Transport Association ( IATA), dan Airport Council International (ACI).

Baca juga: Berangsur Pulih, Bandara Soetta Layani 400 Penerbangan Per Hari

“Kerja sama para stakeholder harus dilakukan lebih erat. Di dalam perspektif layanan bandara, PT Angkasa Pura II bersama stakeholder mengembangkan protokol dengan 5 kunci utama, yaitu physical distancing, pemeriksaan kesehatan, layanan tanpa sentuhan, kebersihan dan disinfeksi fasilitas, serta perlindungan terhadap setiap orang,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (23/7/2020).

Awal mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan maskapai untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan slot time penerbangan serta mengaktifkan kembali rute-rute domestik.

Sementara itu, President Airport Council International (ACI) Europe Jost Lammers mengatakan setiap pihak harus mempertahankan kerja sama yang erat.

“Ada banyak kesamaan yang kita miliki. Jika kita bisa mempertahankan kerja sama yang baik antara maskapai dan operator bandara maka itu adalah kesempatan yang sangat besar [dalam menghadapi Covid-19,” kata Lammers.

Baca juga: Dewan Penerbangan dan Covid-19

Poin kedua, terkait digitalisasi. Stakeholder harus mampu mengimplementasikan digitalisasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan passenger experience dan sebagai upaya menghadapi tantangan Covid-19. 

CEO Oman Airports Sheikh Aimen Al Hosni mengatakan konsep Single Token Journey cukup penting untuk diterapkan apalagi di tengah pandemi.

“Mulai dari curbside hingga (penumpang) berada di kursi pesawat, apakah mereka membawa bagasi atau hanya barang bawaan, bisa dilakukan secara automated termasuk koridor imigrasi,” ucap Sheikh Aimen Al Hosni.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X