Ini Langkah PLN Genjot Energi Ramah Lingkungan

Kompas.com - 26/07/2020, 06:28 WIB
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PLN Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) terus mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik. 

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya memiliki beberapa strategi untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan ( EBT), yaitu dengan co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah beroperasi dan program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomassa.

Kemudian, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik.

Baca juga: Dorong Energi Ramah Lingkungan, Pertamina Produksi Solar hingga Avtur Kelapa Sawit

“Kita berinovasi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2020).

Lebih lanjut, Zulkifili menjelaskan, pelaksanaan co-firing juga dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2 kali 400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2 kali 10 MW dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2 kali 7 MW menggunakan olahan cangkang sawit.

Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan sebesar 5 persen dari total kebutuhan bahan bakar.

Lalu, untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.

Selain itu, Zulkifli mendorong pembangunan PLTS Terapung berkapasitas besar dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia.

“Kami berhasil mendapatkan tarif EBT yang murah yaitu sebesar 5,8 cUSD/kWh. Ke depan kami akan mendorong pembangkit seperti ini dan pastinya dengan harga yang lebih murah,” tuturnya.

Baca juga: Kerja Sama dengan SMI, PLN Siap Kembangkan Pembangkit EBT 1.403 MW

Saat ini, PLN juga tengah mengembangkan Renewable Certificate Energy (REC). REC akan ditawarkan kepada pelanggan yang memiliki komitmen penggunaan EBT dimana setiap penggunaan 1 MWH EBT akan mendapatkan 1 unit REC.

Selain penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, PLN juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kehadiran kendaraan listrik, PLN telah melakukan inovasi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listirik Umum (SPKLU).

“Pengembangan Energi Baru Terbarukan bukan semata pemenuhan target pemerintah, tetapi dilakukan sebagai tanggung jawab PLN untuk generasi mendatang. Power Beyond Generations,” ucap Zulkifli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X