Begini Cara Siapkan Dana Pendidikan Anak dengan Tabungan Emas

Kompas.com - 26/07/2020, 12:23 WIB
Ilustrasi dana pendidikan Thinkstockphotos.comIlustrasi dana pendidikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya pendidikan kini tak bisa dibilang murah. Setiap orang tua pastinya akan berusaha keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, mulai dari pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Oleh karenanya, dana pendidikan anak harus dipersiapkan sejak dini agar uangnya tercukupi sebab biaya pendidikan selalu menunjukkan tren kenaikan.

Menyikapi biaya pendidikan di masa depan, Anda tak perlu panik. Milikilah strategi yang mudah dilakukan dan tepat sasaran dalam menyiapkan dana pendidikan.

Baca juga: Siapkan Dana Pendidikan Anak Bisa dengan Berbagai Jenis Investasi ini

Salah satu caranya adalah melalui tabungan emas. Tabungan emas merupakan cara praktis menabung sekaligus investasi dalam bentuk aset berupa emas.

Emas cocok digunakan sebagai tabungan dana pendidikan karena emas tergolong dalam kategori investasi yang rendah risiko, likuid dengan tren kenaikan harga yang stabil.

Secara umum, proyeksi kenaikan harga emas per tahun yakni sekitar 8-15 persen. Investasi yang satu ini diproyeksikan mampu mengimbangi biaya pendidikan yang rata-rata mengalami kenaikan sekitar 10 persen setiap tahunnya.

Lalu bagaimana strategi nabung emas yang aman untuk tujuan dana sekolah di masa depan? Simak tips praktisnya, seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (26/7/2020).

1. Tentukan Tipe Tabungan Emas

Untuk tujuan tabungan dana pendidikan, sangat disarankan Anda memilih jenis investasi emas berupa logam mulia (LM) atau emas batangan, bukan emas perhiasan.

Kemudian, pahami bahwa ada dua tipe tabungan emas LM, yaitu menabung dalam bentuk emas fisik (cetak) atau dalam bentuk emas virtual (bentuk fisiknya disimpan atau dititipkan dan di cetak sesuai permintaan).

Pastikan Anda memilih tipe tabungan emas yang sesuai dengan kebutuhan. Artinya, jika Anda termasuk orang yang lebih percaya dan nyaman menyimpan emas dalam bentuk fisik, maka Anda bisa memilih tabungan emas berupa kepingan atau batangan logam mulia.

Namun jika Anda termasuk orang yang praktis, dan ingin menghindari risiko kehilangan emas saat di simpan, maka solusinya Anda bisa memilih tabungan emas dalam bentuk virtual.

 

2. Mulai dengan Uang yang Anda Punya

Untuk mulai nabung emas ini mudah, Anda bisa membeli emas langsung di toko emas dan butik Antam, atau beli online lewat aplikasi e-commerce dan pegadaian yang memiliki program tabungan emas.

Selanjutnya, Anda tak perlu ragu untuk mulai menabung emas dengan modal kecil. Menabung emas bisa Anda mulai kapan saja, dengan modal berapapun yang Anda miliki, bahkan dengan uang sebesar Rp 5.000 saja Anda bisa menabung emas.

Ingat ya, investasi emas kini semakin praktis, aman dengan modal yang terjangkau. Uang yang Anda setorkan nantinya akan dikonversi langsung menjadi bentuk emas sesuai dengan nilainya.

Apabila kelak tabungan emas Anda sudah terkumpul, Anda bisa mencairkannya, dalam bentuk uang tunai atau kepingan emas atau emas batangan.

Jadi, Anda bisa memiliki emas batangan senilai 100 gram melalui sistem menabung ini. Cukup mudah bukan?

Baca Juga: 7 Cara Pintar Atur Uang di Era New Normal

3. Disiplin Nabung untuk Dana Pendidikan Anak

Kunci sukses menabung adalah disiplin. Jadi Anda harus selalu ingat pada tujuan menabung yaitu untuk kebutuhan biaya dana pendidikan.

Agar tujuan tersebut tercapai, mulailah rutin menyisihkan sebesar 10 persen atau lebih dari gaji untuk ditabungkan emas.

Lalu, sebisa mungkin kurangi pengeluaran konsumtif. Lebih baik alihkan dana konsumtif untuk menambah nilai tabungan emas.

Mulailah fokus untuk menyiapkan biaya pendidikan sang buah hati. Yakinlah, dengan disipilin menabung emas Anda pasti bisa memiliki dana yang cukup untuk biaya sekolah anak-anak hingga lulus di masa depan nanti.

Baca juga: Mau Persiapkan Dana Pendidikan, Pilih Asuransi atau Investasi?

4. Cairkan Emas saat Harga Naik

Apabila dana tabungan emas Anda belum dibutuhkan untuk biaya pendidikan, pastikan Anda tidak tergoda untuk mencairkannya. Usahakan untuk tidak buru-buru mencairkan emas yang Anda miliki.

Pilih pencairan di waktu terbaik, yakni pada saat harga emas sedang naik atau tinggi.

Anda bisa menikmati keuntungan investasi emas secara maksimal ketika ada kenaikan harga. Namun, hal yang terpenting adalah lakukan pencairan hanya ketika Anda memang membutuhkannya untuk biaya pendidikan anak-anak, bukan kepentingan lainnya.

 

Mulai Nabung dari Sekarang

Menabung dalam bentuk emas merupakan cara cerdas dalam menyiapkan dana pendidikan anak di masa depan. Sebaiknya Anda tak perlu menunda-nunda lagi untuk menabung emas.

Segera rencanakan biaya pendidikan anak Anda, dan mulailah nabung emas secara rutin dan nikmati keuntungannya di masa depan.

 

Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Cermati.com. Isi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Cermati.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.