Membandingkan Harga Emas dalam Setahun, Berapa Kenaikannya?

Kompas.com - 27/07/2020, 12:49 WIB
Karyawan menunjukkan emas batangan bergambar shio anjing tanah saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). PT Antam meluncurkan produk emas batangan seberat 88 gram bermotif anjing tanah edisi khusus Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada bulan Februari 2018. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKaryawan menunjukkan emas batangan bergambar shio anjing tanah saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). PT Antam meluncurkan produk emas batangan seberat 88 gram bermotif anjing tanah edisi khusus Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada bulan Februari 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak dulu, emas jadi salah satu favorit menyimpan aset maupun sarana investasi. Nilai emas ini cenderung terus meningkat. Kadangkala emas mengalami penurunan, meski itu jarang terjadi dibandingkan kenaikannya.

Emas, terutama emas batangan, merupakan logam mulia yang memiliki nilai nyata (riil). Lain dengan uang kertas yang setiap tahunnya cenderung turun karena inflasi.

Salah satu emas batangan yang beredar di Indonesia dan permintaannya selalu tinggi yakni emas Antam. Harga emas yang diproduksi Unit Bisnis Logam Mulia Antam ini juga cenderung terus mengalami kenaikan.

Sebagai contoh, seperti dikutip dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam berada posisi Rp 997.000 per gram per Senin, 27 Juli 2020. Atau nyaris Rp 1.000.000 per gramnya.

Baca juga: 5 Keuntungan Punya Tabungan Emas Batangan

Ini merupakan level tertinggi selama perdagangan emas Antam. Angka tersebut naik Rp 8.000 jika dibandingkan dengan harga emas pada Sabtu (25/7/2020).

Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 997.000 per satu gram.

Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Berikut rincian harga emas Antam pada Senin (27/7/2020):

Baca juga: Apa Perbedaan Emas Batangan Antam Vs UBS?

  • Pecahan 0,5 gram Rp 528.500
  • Pecahan 1 gram Rp 997.000
  • Pecahan 2 gram Rp 1.934.000
  • Pecahan 3 gram Rp 2.875.000
  • Pecahan 5 gram Rp 4.765.000
  • Pecahan 10 gram Rp 9.465.000
  • Pecahan 25 gram Rp 23.537.000
  • Pecahan 50 gram Rp 46.995.000
  • Pecahan 100 gram Rp 93.912.000
  • Pecahan 250 gram Rp 234.515.000
  • Pecahan 500 gram Rp 468.820.000
  • Pecahan 1.000 gram Rp 937.600.000

Sementara sebagai perbandingan, harga emas Antam persis pada setahun lalu atau 26 Juli 2019, yang merupakan harga penutupan terakhir di Antam. Harga emas untuk pecahan 1 gramnya dijual Rp 702.000.

Saat itu, Antam menetapkan harga buyback emas yang diproduksinya dengan harga Rp 631.000 per gram. Artinya kenaikan harganya dibandingkan tahun lalu cukup fantastis.

Baca juga: Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 24 Karat di Pegadaian

Berikut rincian harga emas Antam pada 26 Juli 2019:

  • Pecahan 0,5 gram Rp 375.000
  • Pecahan 1 gram Rp 702.000
  • Pecahan 2 gram Rp 1.353.000
  • Pecahan 3 gram Rp 2.008.000
  • Pecahan 5 gram Rp 3.330.000
  • Pecahan 10 gram Rp 6.595.000
  • Pecahan 25 gram Rp 16.380.000
  • Pecahan 50 gram Rp 32.685.000
  • Pecahan 100 gram Rp 65.300.000
  • Pecahan 250 gram Rp 163.000.000
  • Pecahan 500 gram Rp 325.800.000
  • Pecahan 1.000 gram Rp 651.600.000

Kenapa harga emas selalu naik setiap tahun?

Safe haven adalah investasi aset yang nilainya bisa bertahan bahkan terus meningkat di tengah gejolak pasar. Beberapa waktu contohnya harga emas melonjak tajam.

Banyak investor di dunia berpikir untuk menaruh investasinya di pasar, namun menyimpan sebagian asetnya dalam bentuk logam mulia untuk menghindari kerugian terlalu besar jika terjadi penurunan pasar.

Artinya, meski untungnya terbilang kecil, emas dijadikan cadangan agar aset tak benar-benar tergerus gejolak keuangan dunia.

Baca juga: Mana Lebih Untung, Investasi Emas Batangan atau Saham Produsen Emas?

Kenaikan nilai emas sendiri di mata investor bukan lebih karena dianggap sebagai keuntungan, namun untuk menjaga aset mereka dari gerusan inflasi dalam jangka waktu yang lama.

Emas diibaratkan sebagai asuransi bagi beberapa investor. Ketika situasi dinilai semakin memburuk, banyak investor akan menumpuk lebih banyak emas yang membuatnya harganya melonjak saat krisis.

Ini karena nilai emas tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter dan fiskal lain dari bank sentral dan pemerintah. Ini berbanding terbalik dengan portofolio berupa saham dan obligasi.

Bisa dikatakan, harga emas malah akan naik ketika merespon ketidakstabilan pasar. Safe heaven banyak dicari investor untuk menghindarkan mereka dari kerugian ketika terjadi krisis keuangan.

Baca juga: 10 Negara Produsen Emas Terbesar Dunia, RI Urutan Berapa?

Itu sebabnya, harga emas justru melonjak tinggi saat ekonomi dunia diliputi ketidakpastian. Meski harganya terus mengalami kenaikan, tak berarti investasi emas tanpa risiko.

Menyimpan emas dalam jumlah besar membutuhkan biaya tinggi seperti menitipkannya di brankas bank. Menyimpan emas batangan masih memungkinkan di rumah jika jumlahnya relatif sedikit.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X