Kompas.com - 27/07/2020, 15:45 WIB
Ilustrasi APD. ANTARA FOTO/FAUZANIlustrasi APD.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mendorong percepatan penanganan kasus Covid-19 di Indonesia melalui program 'satu produk, satu APD'. Program ini bertujuan melibatkan nasabah dalam penanganan pandemi.

Direktur dan Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun menjelaskan, program ini dimulai sejak 2 Juni 2020 hingga akhir Juli 2020. Di mana setiap pembelian produk asuransi oleh nasabah, maka turut menyumbangkan satu perangkat alat pelindung diri (APD).

"Jadi dengan ini kami lakukan kampanye, satu produk yang dibeli nasabah akan hasilkan satu APD, yang nantinya di donasikan atas nama nasabah kepada para tenaga medis yang membutuhkan," ungkapnya dalam Kompas Talks: Kolaborasi di Tengah Pandemi, Apa yang Dilakukan Korporasi?, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Manulife Sudah Bayar Klaim Terkait Covid-19 Sebesar Rp 20,4 Miliar

Menurutnya, program donasi APD ini tidak akan membebankan biaya polis nasabah atau pun pemotongan premi. Diperkirakan pada akhir Juli 2020 akan terkumpul 5.000 APD.

Alat kesehatan ini pun bakal disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan bekerja sama dengan Benih Baik, platform digital yang memfasilitasi kegiatan pengumpulan dana masyarakat secara sukarela (crowdfunding).

"Nasabah kan (beli produk asuransi untuk) proteksi diri sendiri dari hal yang tidak diinginkan, nah dalam waktu bersamaan nasabah juga bisa sekalian beri APD ke tenaga keseahatan yang membutuhkan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain APD, Manulife juga memberikan donasi 350 unit komputer kepada sekitar 180 fasilitas kesehatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Ini bakal digunakan untuk pendataan administrasi dan pengunaan alat-alat kesehatan yang memerlukan komputer.

Adapun hingga akhir Juni 2020, jumlah seluruh donasi APD dan unit komputer yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 3,5 miliar. Jumlah ini diyakini akan bertambah lagi sampai akhir Juli 2020 nanti.

Pendiri dan CEO Benih Baik Andy F. Noya menambahkan, dari total pendanaan yang masuk tersebut 70 persen diantaranya sudah terserap untuk kebutuhan APD, yang juga sudah di salurkan ke berbagai fasilitas kesehata di Indonesia.

"Selebihnya masih butuh wkatu untuk pengadaan (APD), karena ada (fasilitas kesehatan) yang minta N95 juga, dan itu tentu harus dipesan dulu," ungkapnya.

Ia menekankan, pendanaan dalam penanganan kasus Covid-19 diperlukan upaya gotong royong atau kolaborasi antar masyarakat Indonesia, tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Oleh sebab itu, diharapkan semakin banyak individu ataupun korporasi yang mau terlibat dalam pendanaan untuk penanganan Covid-19.

"Karena kalau enggak sama-sama gotong royong atau kolaborasi, maka Indonesia akan kesulitan keluar dari kondisi ini," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Work Smart
Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Rilis
 ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

Whats New
Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Whats New
Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Rilis
Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Whats New
Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Rilis
Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Rilis
Fed Lakukan Tapering, Bagaimana Daya Tarik Obligasi Dalam Negeri?

Fed Lakukan Tapering, Bagaimana Daya Tarik Obligasi Dalam Negeri?

Rilis
Beda Cara Transaksi Pakai Kartu E-toll dan Pembayaran Tol Nirsentuh

Beda Cara Transaksi Pakai Kartu E-toll dan Pembayaran Tol Nirsentuh

Whats New
Men’s Republic Rebranding Jadi Republic, Apa Saja yang Baru?

Men’s Republic Rebranding Jadi Republic, Apa Saja yang Baru?

Whats New
Mulai 20 Desember, ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Kota, kecuali...

Mulai 20 Desember, ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Kota, kecuali...

Rilis
Menko Airlangga Pasang Target Indonesia di KTT G20, Apa Saja?

Menko Airlangga Pasang Target Indonesia di KTT G20, Apa Saja?

Whats New
Apa Implikasinya jika Upah Minimum Ditetapkan Tak Sesuai PP Pengupahan?

Apa Implikasinya jika Upah Minimum Ditetapkan Tak Sesuai PP Pengupahan?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.