Laba Bersih BCA Turun 4,8 Persen di Semester I 2020

Kompas.com - 27/07/2020, 16:38 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 13 persen menjadi Rp 761,6 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 12,7 persen (yoy) menjadi Rp 575,9 triliun dan berkontribusi sebesar 75,6 persen dari total DPK pada Juni 2020.

Jahja bilang, jaringan transaksi perbankan yang luas merupakan faktor pendorong pertumbuhan dana CASA. LDR berada di angka 73,3 persen.

Perseroan juga telah menurunkan biaya DPK sehingga meringankan tekanan pada pendapatan bunga gross akibat restrukturisasi.

Baca juga: Ini Cara Setor Uang Tunai di ATM BCA

Selanjutnya, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada pada level 22,9 persen jauh di atas rasio yang ditetapkan oleh regulator. Rasio kredit macet (NPL) naik sebesar 2,1 persen dari sebelumnya 1,4 persen (yoy).

"Dengan demikian, laba sebelum provisi dan pajak BCA mencapai Rp 21,5 triliun, tumbuh 15,8 persen yoy, di mana pertumbuhan yang baik tersebut telah memberikan ruang untuk mengantisipasi kenaikan biaya pencadangan kredit," pungkas Jahja.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X