Defisit APBN 2021 Diperlebar Jadi 5,2 Persen, Ini Alasannya

Kompas.com - 28/07/2020, 13:22 WIB
Ilustrasi wartawan mewawancarai pejabat ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAIlustrasi wartawan mewawancarai pejabat

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Selasa (28/7/2020) memutuskan untuk memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 5,2 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari desain awal yang dirancang oleh Kemenkeu serta hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, awalnya desain awal defisit pada APBN 2021 sebesar 4,17 persen. Namun, di dalam rapat dengan DPR defisit ditingkatkan jadi 4,7 persen dari Produk domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Tambal Defisit APBN, Pemerintah Segera Lelang 7 SUN

"Di dalam sidang kabinet Presiden sudah memutuskan akan memperlebar defisit menjadi 5,2 persen dari PDB. Lebih tinggi lagi dari desain awal yang sudah disepakati," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo mengenai rancangan postur APBN 2021.

Lebih lanjut Bendahara Negara itu menjelaskan, dengan pelebaran defisit tersebut maka pemerintah memiliki tambahan cadagan belanja sebesar Rp 179 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, tambahan cadangan belanja tersebut akan digunakan dalam pemulihan perekonomian nasional yang masih akan berlangsung pada 2021 mendatang.

"Dengan defisit 5,2 persen dari PDB, maka kita akan memiliki cadangan belanja sebesar Rp 179 triliun," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Saat Kekayaan Pendiri Amazon Kalahkan APBN Indonesia

Dengan tambahan belanja yang bersumber dari defisit tersebut, Sri Mulyani mengatakan Presiden Jokowi akan memprioritaskan program untuk ketahanan pangan, pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur, serta memperkuat kualitas konektivitas di seluruh Indonesia.

Selain itu juga untuk program pendidikan dan kesehatan, terutama untuk penanganan Covid-19 setelah 2020 serta dukungan terhadap produk vaksin.

"Presiden meminta untuk besok kita lakukan perencanaan penggunaan anggaran tambahan dengan adanya defisit ini sehingga bisa betul-betul produktif dan didukung dengan rencana belanja yang baik," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X