Kementerian ESDM: Hingga Mei 2020, Bauran EBT Capai 14,2 Persen

Kompas.com - 28/07/2020, 14:33 WIB
Sejumlah petugas Pertamina melakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Pambangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di Rumah Sakit Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/7/2017). Pembangkit ini masuk kategori Energi baru Terbarukan. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIASejumlah petugas Pertamina melakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Pambangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di Rumah Sakit Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/7/2017). Pembangkit ini masuk kategori Energi baru Terbarukan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah fokus mengupayakan berbagai langkah, guna mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 mendatang.

Direktur Jenderal Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), FX Sutjiastoto mengatakan, realisasi bauran EBT sampai dengan Mei 2020 sebesar mencapai 14,2 persen. Pertumbuhan tersebut utamanya didorong oleh pembangkit listrik tenaga panas bumi.

"Realisasi sampai dengan Mei ini alhamdulillah share-nya 14,2 persen, pertambahan panas bumi cukup menggembirakan," ujarnya, dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Harga Emas Antam Kian Mahal, Diharga Berapa yang Tepat untuk Beli?

Lebih lanjut, Sutjiastoto menjelaskan, saat ini pertumbuhan bauran EBT cenderung lambat. Setiap tahunnya, bauran EBT terhadap energi nasional hanya tumbuh 500 megawatt (MW) per tahun.

Dengan demikian, sampai dengan tahun 2024, kapasitas EBT akan hanya tumbuh 2.500 MW menjadi 12.800 MW.

Padahal, dengan target bauran 23 persen, maka kapasitas EBT pada tahun 2024 seharusnya sebesar 20.000 MW.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bio Farma Cari Relawan untuk Jajal Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya

Apabila tidak ada upaya lebih yang dilakukan pemerintah, maka diproyeksikan terjadi kesenjangan atau gap, antara realisasi dengan target kapasitas EBT sebesar 7.200 MW.

Untuk mengantisipasi gap tersebut, Sutjiastoto berharap, program Green Booster yang dicanangkan oleh PT PLN (Persero) dapat terealisasi. Dengan adanya tambahan program tersebut dan lainnya, Kementerian ESDM optimis target bauran EBT 23 persen pada 2024 dapat terealisasi.

"Sebenarnya dari PLN ada program namanya green booster PLN, itu bisa menambah sekitar 5.000 MW sehingga kalau program green booster bisa dicapai Insya Allah kita bisa mencapai 22.300 MW sehingga target tahun 2025 bisa 23 persen bisa tercapai," ucapnya.

Baca juga: Lelang Rumah Rp 200 Jutaan di Kabupaten Bogor, Minat?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X