Gandeng Platform Medsos, Kemenkop Percepat UMKM Go Digital

Kompas.com - 29/07/2020, 16:42 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). DOKUMENTASI Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM ( Kemenkop UKM) menggandeng sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk memfasilitasi para pelaku UMKM agar go digital.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan dengan adanya bantuan dari platform media sosial diharapkan percepatan transformasi digitalisasi para UMKM bisa lebih cepat terealisasikan.

"Selain dengan teman-teman platform e-commerce kami juga bekerjasama dengan Facebook sendiri, Instagram dan WhatsApp," ujarnya dalam pressconference virtual, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM: Ekonomi Lokal Bisa Selamatkan Ekonomi Nasional dari Resesi

Teten juga mengatakan memang hingga saat ini masih banyak para pelaku UMKM yang belum bisa melakukan penjualan di marketplace. Padahal, sudah banyak masyarakat yang berbelanja secara online.

"Jadi ini bagian dari proses menuju market digital, karena masih ada UMKM yang enggak bisa jualan di marketplace," katanya.

Sementara itu Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias dengan kerjasama ini. Sebab, kata dia, UMKM merupakan komunitas terbesar yang ada di Facebook Group.

"Untuk kami, UKM ini adalah tulang punggung ekonomi dan komunitas terbesar di platfrom kami. Tujuan kami adalah bagaimana bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu UMKM biar bisa pulih dan bisa diakselerasi," katanya.

Baca juga: Kemenkop UKM Optimistis Target 10 Juta UMKM Go Digital Tercapai

Ruben juga menjelaskan adapun bentuk kerjasama yang dilakukan adalah, pihaknya beserta Instagram dan WhatsApp akan memberikan beragam pelatihan kepada pelaku UMKM yang dilakukan melalui virtual.

Saat ini sudah ada 85.000 pelaku UKM yang sudah dilatih oleh Facebook Group. Ke depannya pun Facebook menargetkan minimal ada 15.000-an jumlah pelaku UKM yang akan bergabung nantinya dalam pelatihan ini.

"Kami siap untuk melayani teman-teman UMKM untuk membantu. Bukan hanya untuk memulihkan dan melayani pasar Indonesia saja tetapi bagaimana kita bisa menemukan mutiara baru diantara teman-teman UKM," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Whats New
Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

Whats New
Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Whats New
Saat Susi Khawatir 'Keserakahan' Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Saat Susi Khawatir "Keserakahan" Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Whats New
Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Whats New
Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Whats New
Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Whats New
KNKT Berhasil Mengunduh Data dari FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

KNKT Berhasil Mengunduh Data dari FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X