Ada Pandemi Corona, Akulaku Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 47,3 Miliar

Kompas.com - 29/07/2020, 20:10 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan restrukturisasi kredit digelontorkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini lantaran banyak debitur yang mengalami gangguan arus keuangan akibat terpukulnya bisnis karena pandemi.

Perusahaan penyedia kredit digital Akulaku pun memberikan fasilitas keringanan kredit bagi nasabahnya.

Efrinal Sinaga, Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia mengatakan, keringanan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban para nasabah yang terdampak wabah Covid-19.

Baca juga: Soal Perpanjangan Keringanan Kredit, OJK: Oktober Kami Putuskan

Hingga Juli 2020, Akulaku diketahui telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar. Efrinal mengatakan, secara keseluruhan nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah.

Namun, tidak semua pengajuan yang disetujui karena adanya ketidaksesuaian kriteria maupun kelengkapan dokumen.

“Perusahaan menjalankan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan restrukturisasi maupun relaksasi. Pelaksanaan kebijakan ini sekaligus juga merupakan proses pengkinian data konsumen seperti yang diamanatkan di dalam Peraturan OJK," ungkap Efrinal dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Efrinal pun menyatakan, pihaknya berharap kebijakan ini bisa membantu meringankan para debitur yang terdampak dari pandemi Covid-19.

"Kami juga ingin menginformasikan bahwa keadaan perusahaan tetap terjaga dan debitur yang memenuhi syarat bisa mendapatkan keringanan,” sebut Efrinal.

Baca juga: BCA Estimasi Restrukturisasi Kredit Disalurkan ke 250.000 Nasabah Tahun Ini

Salah satu nasabah Akulaku yang memperoleh fasilitas keringan kredit adalah Hamdi, mitra ojek online dan staf perusahaan logistik pengantaran paket.

Hamdi mengaku mendapat informasi mengenai relaksasi pinjaman dari teman sejawat dan melalui notifikasi atau pemberitahuan langsung dari aplikasi yang dia miliki.

“Selama pandemi, emang disetop dulu, maksudnya untuk penundaan bayarnya, jadi sampai dua bulan tanpa ada cicilan. Saya bulan April kemarin tidak ada bayar cicilan,” jelas Hamdi.

Hamdi mengaku sudah lama menggunakan Akulaku sebagai layanan kredit online yang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadang, ia juga menggunakan pinjaman Akulaku untuk membantu usahanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X