Erick Thohir Angkat Politikus Gerindra Jadi Komisaris Utama Asabri

Kompas.com - 30/07/2020, 18:37 WIB
Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemi Francis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemi Francis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Politikus Partai Gerindra Fary Djemy Francis sebagai Komisaris Utama PT Asabri (Persero).

Dia diangkat menjadi komisaris utama di Asabri untuk menggantikan posisi Didit Herdiawan.

Pergantian komisaris ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri BUMN nomor: SK-254/MBU:07/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan komisaris utama PT Asabri.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Jenderal Purnawirawan Jadi Komisaris Utama Kimia Farma

“Keputusan Menteri BUMN menetapkan dengan mengangkat Fary Djemy Francis sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen perusahaan dan memberhentikan dengan hormat komisaris utama sebelumnya Didit Herdiawan,” ujar Corporate Secretary Asabri Marizal Chaidir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2020).

Dengan masuknya Fary Demy Francis, maka susunan dewan komisaris PT Asabri yang baru adalah sebagai berikut.

  • Komisaris Utama/Independen: Fary Djemy Francis
  • Komisaris Independen: Harry Susetyo Nugroho
  • Komisaris Independen: Achmad Syukrani
  • Komisaris: Rofyanto Kurniawan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD sempat mengatakan ada indikasi korupsi di Asabri dengan total nilai kerugian mencapai Rp 10 triliun.

Tak hanya itu, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Baca juga: BPK Temukan Indikasi Fraud di Asabri

Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.

Lalu, saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) yang turun sebesar 92,31 persen ke angka Rp 50. Di saham tersebut, Asabri memiliki kepemilikan saham sebanyak 6,61 persen.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X