Turun, Harga Gas untuk Industri Keramik dan Baja di Jawa Timur

Kompas.com - 30/07/2020, 20:09 WIB
Seorang buruh perempuan sedang menata genteng untuk dijemur, Rabu (8/12), di PD Bukit Karya, Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Dengan kenaikan harga LPG  bahan untuk membakar genteng kembali beralih menggunakan kayu bakar. Padahal, instalasi pipa gas di bawah tanah pada kawasan ini telah lengkap. Para pengusaha pun memilih merombak instalasi tungku pembakaran gas. Damardono, HaryoSeorang buruh perempuan sedang menata genteng untuk dijemur, Rabu (8/12), di PD Bukit Karya, Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Dengan kenaikan harga LPG bahan untuk membakar genteng kembali beralih menggunakan kayu bakar. Padahal, instalasi pipa gas di bawah tanah pada kawasan ini telah lengkap. Para pengusaha pun memilih merombak instalasi tungku pembakaran gas.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertagas Niaga (PTGN) bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Minarak Brantas Gas, Inc (MBGI) menandatangani Letter Of Agreement (LoA) terkait penyesuaian harga gas bumi untuk sejumlah industri tertentu.

Kerja sama tersebut sejalan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 Tahun 2020.

Presiden Direktur PTGN Linda Sunarti mengatakan, dengan adanya penandatanganan tersebut, maka pelaku usaha industri keramik dan baja di Jawa Timur dapat menikmati harga gas yang lebih rendah.

Baca juga: PGN Berlakukan Harga Gas 6 Dollar AS per MMBTU untuk Industri Tertentu

“Di tengah masa pandemi ini kami berharap penurunan harga gas ini menjadi angin segar pelaku industri sehingga bisa terus optimis menumbuhkembangkan bisnisnya ke depan," ujar Linda, dalam keterangannya, Kamis (30/7/2020).

Penyesuaian harga gas bagi PTGN di wilayah Jawa Timur diperoleh dari MBGI dengan alokasi sebanyak 2,5 MMSCFD dengan harga 5,12 dollar AS per MMBTU yang diperuntukkan khusus untuk industri keramik dan baja.

Linda memaparkan, penurunan harga gas tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah, yang memutuskan untuk menurunkan harga gas bagi tujuh sektor industri yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung karet.

Sebelumnya, PTGN juga telah menandatangani LoA serupa guna mendukung penurunan harga gas hulu untuk gas bagi industri pupuk, oleochemical, keramik, dan petrokimia di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

Baca juga: PGN Sepakati Penetapan Harga Gas dengan Pelanggan Industri Tertentu

"Diharapkan penurunan harga gas ini akan memberi multiplayer effect untuk mendorong peningkatan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi pertumbuhan industri," ucap Linda.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X