Ekonomi AS Minus 32,9 Persen pada Kuartal II-2020, Terburuk sejak 1921

Kompas.com - 31/07/2020, 08:41 WIB
Seseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/ANDREW KELLYSeseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

NEW YORK, KOMPAS.com - Perekonomian Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan terbesar secara kuartalan pada kuartal II-2020.

Dilansir dari CNBC, Jumat (31/7/2020), pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan minus 32,9 persen pada kuartal II-2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini berdasarkan data awal Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Kamis (30/7/2020) waktu setempat.

Adapun para ekonom yang disurvei Dow Jones melihat pertumbuhan ekonomi AS minus 34,7 persen.

Baca juga: IMF: Gara-gara Covid-19, Ekonomi AS Susut 6,6 Persen

Data terbaru ekonomi AS itu merupakan angka terburuk sepanjang sejarah dan terendah sejak pertengahan tahun 1921.

"Laporan tersebut menggarisbawahi betapa dalam dan gelapnya lubang yang dimasuki perekonomian pada kuartal II (2020). Lubang itu sangat dalam dan gelap, kita pasti akan keluar (dari lubang itu), tapi akan butuh waktu lama," kata Mark Zandi, ekonom di Moody's Analytics.

AS pun sudah masuk ke jurang resesi sejak Februari 2020. Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi AS merosot 5 persen dan secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi AS menurun 1,8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penurunan tajam pada konsumsi rumah tangga, ekspor, produksi, investasi, serta belanja pemerintah lokal maupun negara bagian menekan produk domestik bruto (PDB) lebih lanjut.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi AS Bisa Anjlok 38 Persen Akibat Pandemi Covid-19

Konsumsi rumah tangga, yang selama ini menyumbang sekitar dua pertiga dari seluruh kegiatan ekonomi di AS, merosot 25 persen. Sektor jasa menyumbang persentase terbanyak.

Indeks harga konsumen, indikator penting inflasi, anjlok 1,5 persen pada kuartal II-2020 dibandingkan peningkatan 1,4 persen pada kuartal I-2020.

Adapun pendapatan rumah tangga melonjak berkat bantuan langsung tunai dari pemerintah sebagai respons terhadap dampak pandemi virus corona.

Impor tercatat melonjak 10 persen pada kuartal II-2020. Pada saat yang sama, ekspor hanya meningkat 9,4 persen.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X