[POPULER DI KOMPASIANA] Nestapa Kelas Online | Jurus "Pompom" PS Store | Kasus "Fetish Kain Jarik"

Kompas.com - 01/08/2020, 14:45 WIB
Ilustrasi PexelsIlustrasi

KOMPASIANA--Setelah dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada Senin (13/7/2020) menyita perhatian kita: ketimpangan pendidikan itu nyata adanya.

Apalagi ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan hampir semua sekolah di Indonesia, terutama yang tidak berada di zona hijau.

Para siswa tidak dapat terlaksana di daerah-daerah pelosok tidak bisa melakukan kegiatan tersebut. Penyebabnya beragam, dari minim infrastruktur internet hingga kemampuan orangtua yang tidak sanggup menunjang kebutuhan anaknya.

Ternyata permasalahan ini menyadarkan kita bahwa masih ada yang hidup di bawah garis kemiskinan, ditambah lagi selama pandemi seperti sekarang ini.

Selain keprihatinan akan ketimpangan atas pemasalah pendidikan jarak jauh ini, masih ada konten menarik lainnya: dari kasus PS Store hingga konten viral "Fetish Kain Jarik".

Inilah konten menarik dan terpopuler di Kompasiana dalam sepekan:

1. Nestapa Kelas Online bagi Keluarga Marginal

Biar bagaimanapun, dalam proses belajar-mengajar, tidak hanya kuota internet yang dibutuhkan. Lebih dari itu, kehadiran guru menjadi penting.

Karena itulah Saifullah, seorang guru honorer Sekolah Menengah Pertama di seputaran Kota Langsa Aceh mau mendatangi murid-muridnya yang terkendala melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baginya, tulis Kompasianer Muhibuddin Aifa, proses belajar harus berjalan walau dalam masa-masa pandemi, hampir setiap hari ia melakukan kunjungan rutin kerumah-rumah anak didiknya.

Menjadi Guru itu tugas mulia karena mencerdaskan bangsa, uang bukanlah kiblat kita semata dalam melakoni pekerjaan ini. Tapi ada rasa puas dan kebahagian tersendiri manakala melihat anak didik kita berhasil," ungkap Saifullah, mengingat pesan Ayahnya.

Bahkan tak jarang ia melewatkan rapat penting di kantornya dikarenakan HP-nya berada di tangan anaknya untuk pelaksanaan kelas online. (Baca selengkapnya)

2. Jurus "Pompom" , Kemiripan Marketing PS Store dengan Jouska

Pada pekan ini PS Store mendapat perhatian warganet. Pasalnya, Putra Siregar sebagai pemilik diciduk petugas Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Putra Siregar diduga melakukan tindak pidana kepabeanan dengan menjual ponsel ilegal.

Lagipula, strategi marketing yang dilakukan PS Store benar-benar menarik. Mereka ponsel premium yang sering membandrol miring barang dagangannya.

Strategi marketing yang diterapkan oleh PS Store, menurut Kompasianer Adica Wirawan, mengingatkannya pada strategi marketing yang dilakukan Jouska dalam memasarkan produknya.

"Meskipun model bisnis keduanya berbeda, namun "jurus" marketing yang pakai ternyata mirip, yakni mengoptimalkan media sosial," tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. Belajar Menghargai Dapur dari Masyarakat Aceh

Dapur itu, tulis Kompasianer Thomas Panji, menjadi sebuah tempat yang sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat kita untuk mengolah suatu bahan panganan mentah menjadi panganan yang bisa dimakan.

Meski sekilas fungsi dapur sekadar cukup sederhana, tapi bagi kebudayaan masyarakat tertentu, dapur berfungsi sebagai ruang pemersatu antar masyarakat untuk merawat kerukunan; mendaptakan limpahan rejeki dan keselamatan.

"Salah satu contoh konkret dari betapa filosofisnya dapur bagi orang Aceh adalah diadakannya sebuah upcara khusus ketika seseorang ingin membangun sebuah dapur," lanjutnya.

Ada sebuah upacara adat untuk membangun dapur bernama peusijuek dapu. Upacara ini memiliki arti seperti menepung-tawarkan dapur. (Baca selengkapnya)

4. Mengenal Kasus Viral "Fetish Kain Jarik", Apa Bisa Diobati?

Sejak viralnya kasus pelecehan seksual "Fetish Kain Jarik", banyak sekali aspek yang kemudian bisa dibahas dari sana.

Semakin menarik, sebab perilaku kepuasan seks ini memang tidak lazim, sehingga korban tidak menyadarinya. Pertanyaannya, apakah itu bisa disembuhkan?

Gangguan Fetishism ini, tulis Kompasianer dr. Ayu Deni Pramita, sudah termasuk kelainan seksual yang puas dengan mengagumi objek secara berlebihan, misalnya bagian tubuh (kaki, tangan) atau objek mati.

"Penyembuhan fetishism bisa dilakukan dengan melawan keinginan terhadap objeknya secara konsisten dan waktu yang panjang," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

5. Idul Adha dan Motivasi Religi untuk Pemulihan Ekonomi

Setiap tahun, pada 10 Dzulhijjah, umat Islam melakukan amalan berkurban.

Mereka yang berkurban tidak mengharapkan apa-apa yang bersifat materi ataupun tidak mengharapkan terima kasih dari siapa pun.

Oleh karena itu Kompasianer Achmad Nur Hidayat menjelaskan makna berkurban untuk strategi pemulihan ekonomi akibat covid-19 ini.

"Berkurban artinya mengeluarkan kekayaan untuk membeli binatang ternak. Hal ini dalam ekonomi dapat menghasilkan multiplier effect," tulisnya.

Outcome dari aktivitas ini, tentu saja, dapat meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki protein publik, menaikan PDB, peningkatan ekonomi keseluruhan dan memperkuat modal sosial ditengah masyarakat. (Baca selengkapnya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.