Australia Siapkan UU yang Wajibkan Facebook dan Google Bayar Konten Berita dari Media

Kompas.com - 02/08/2020, 10:45 WIB
Ilustrasi Google AdWords vs. Facebook Ads istIlustrasi Google AdWords vs. Facebook Ads

KOMPAS.com - Australia berencana memberlakukan aturan baru yang mengharuskan raksasa teknologi Facebook dan Google membayar perusahaan media atas konten yang mereka gunakan.

Pemerintah setempat telah merilis Rancangan Undang-Undang (RUU) yang memungkinkan penerbit berita di negara itu menegosasikan kompensasi dengan Facebook dan Google.

Menurut komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), hal ini memungkinkan perusahaan media melakukan tawar-menawar baik secara individu maupun kolektif. Jika belum mencapai kesepakatan dalam waktu 3 bulan, mereka bisa memasiki arbitrasi.

Baca juga: Walt Disney Ikut Pangkas Belanja Iklan di Facebook

Untuk itu, prosesnya akan melibatkan arbiter independen yang melihat penawaran dari kedua belah pihak dan menyelesaikan masalah dalam waktu 45 hari kerja.

RUU selanjutnya akan menjalani fase konsultasi publik, dan diajukan ke parlemen Australia.

"Ada ketidakseimbangan kekuatan tawar menawar mendasar antara bisnis media berita dan platform digital utama, sebagian karena bisnis berita tidak memiliki pilihan selain berurusan dengan platform, dan memiliki sedikit kemampuan untuk bernegosiasi atas pembayaran untuk konten mereka atau masalah lainnya," kata ketua ACCC, Rod Sims dikutip CNN, Minggu (2/8/2020).

Untuk saat ini, Google dan Facebook merupakan 2 perusahaan teknologi yang diatur dalam peraturan baru tersebut. Namun tak menutup kemungkinan platform lain dapat ditambahkan ke depannya.

Menteri keuangan Australia Josh Frydenberg menyebut, RUU hingga menjadi UU nantinya kemungkinan bakal disoroti ketat oleh dunia. Dia mengakui, RUU ini memang akan menarik perhatian dan badan pengatur pemerintahan di seluruh dunia.

"Langkah Australia (sudah) di depan dunia. Meskipun negara-negara lain telah mengeluarkan UU untuk mencoba dan memaksa raksasa internet itu membayar penerbit berita, kendati dengan efek yang terbatas," katanya.

Tensi jangka panjang

Seperti diketahui, Facebook dan Google telah menjalani tensi jangka panjang dengan penerbit berita selama bertahun-tahun terkait konten berita. Perusahaan media merasa raksasa teknologi harus membayar mereka untuk hak istimewa itu.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] 'Ilfeel' saat Kencan Pertama, Lanjut atau Tidak?

[KURASI KOMPASIANA] "Ilfeel" saat Kencan Pertama, Lanjut atau Tidak?

Rilis
PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Mau Tukar Dollar AS? Cek Dulu Kurs Rupiah di 5 Bank

Mau Tukar Dollar AS? Cek Dulu Kurs Rupiah di 5 Bank

Whats New
Cegah Anak Beli Rokok, Visual Rokok di Ritel Modern Akan Dibatasi

Cegah Anak Beli Rokok, Visual Rokok di Ritel Modern Akan Dibatasi

Whats New
IHSG Awal Sesi Merah, Bagaimana Rupiah?

IHSG Awal Sesi Merah, Bagaimana Rupiah?

Whats New
Groundbreaking Ibu Kota Negara Baru, Sri Mulyani Gelontorkan Rp 1,7 Triliun Tahun 2021

Groundbreaking Ibu Kota Negara Baru, Sri Mulyani Gelontorkan Rp 1,7 Triliun Tahun 2021

Whats New
Sri Mulyani Bakal Tagih Dana BLBI ke 22 Obligor, Totalnya Rp 110 Triliun

Sri Mulyani Bakal Tagih Dana BLBI ke 22 Obligor, Totalnya Rp 110 Triliun

Whats New
Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani

Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani

Rilis
Percepat Digitalisasi di Indonesia, Telkom Resmikan Sumsel Modern Broadband Province

Percepat Digitalisasi di Indonesia, Telkom Resmikan Sumsel Modern Broadband Province

Rilis
Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Spend Smart
LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

Whats New
IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | 'Community Pantry' di Filipina

[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | "Community Pantry" di Filipina

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X