Indeks Demokrasi RI Naik, Tapi 6 Indikator Ini Masih Jadi PR

Kompas.com - 03/08/2020, 15:31 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) terpantau mencapai angka 74,92 dalam skala 0-100. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu sebesar 72,39.

Artinya capaian kinerja demokrasi Indonesia masih berada dalam skala sedang.

IDI 2018–2019 ini dipengaruhi oleh penurunan aspek Kebebasan Sipil sebesar 1,26 poin (dari 78,46 menjadi 77,20), kenaikan aspek Hak-hak Politik sebesar 4,92 poin (dari 65,79 menjadi 70,71) dan kenaikan aspek Lembaga Demokrasi sebesar 3,48 poin (dari 75,25 menjadi 78,73). 

Baca juga: BPS: Inflasi Tahunan 1,54 Persen, Terendah Sejak Mei Tahun 2000

Kendati naik, Kepala BPS Suhariyanto menyoroti terdapat 6 indikator yang masih berkategori buruk.

Dinyatakan buruk karena angkanya berada di bawah 60,0. Informasi saja, skala indikator dalam IDI di bawah 60 berarti buruk, rentang 60-80 berarti sedang, dan di atas 80 berarti baik.

"Ke depan, ada 6 indikator yang harus terus diperbaiki karena angkanya di bawah 60,0," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Senin (3/8/2020).

Aspek pertama yang skalanya masih di bawah 60 adalah ancaman maupun penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat, dengan skala 57,35.

Selanjutnya, persentase perempuan terpilih terhadap total anggota DPRD berada di skala 58,63; demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan di skala 34,91; Perda yang merupakan inisiatif DPRD di skala 46,16; rekomendasi DPRD kepada eksekutif 16,70; dan upaya penyediaan informasi APBD oleh Pemda 53,43.

Baca juga: Pengusaha: Indeks Demokrasi Meningkat, Optimisme Investor Terdongkrak

Sebagai informasi, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia.

Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan 3 aspek, 11 variabel, dan 28 indikator demokrasi. 

Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu, review surat kabar lokal, review dokumen (Perda, Pergub, dan sebagainya, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara mendalam. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X