Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah

Kompas.com - 03/08/2020, 16:47 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot melemah.

Mengutip data Bloomberg Senin (3/8/2020) rupiah ditutup pada level Rp 14.630 per dollar AS atau melemah 30 poin (0,21 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.600 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah sore ini terdorong oleh ramainya sentimen negatif baik dari domestik dan internasional.

 

Baca juga: Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Dari domestik, perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Transisi selama 2 pekan di DKI Jakarta kedepan berakibat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Akibat PSBB transisi yang di perpanjang, berakibat fatal terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal ketiga yang berpotensi mengalami penurunan atau kontraksi sehingga Indonesia bisa masuk dalam fase resesi apabila di kuartal II dan III terjadi kontraksi,” kata Ibrahim.

Namun untuk menghindari resesi tersebut Ibrahim mengimabu agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa mengambil langkah memastikan perekonomian tetap berjalan normal. Dengan begitu, masih ada harapan pada laju pertumbuhan di sisa bulan di kuartal III.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam menekan laju perkembangan Covid-19, bukan dengan cara menutup diri atau melakukan lockdown. Namun mendisiplinkan masyarakat untuk tetap melakukan protokoler Covid-19 dalam kegiatannya sehari-hari yakni menggunakan masker dan disiplin menjaga jarak.

Adapun sentimen ekternal yang membuat rupiah tertekan antara lain kekhawatiran pasar mengenai prospek ekonomi AS yang melambat setelah rilis PDB pada kuartal kedua yang membawa AS pada jurang resesi.

Sementara itu, meningkatnya tensi antara AS dan China masih menjadi sentimen negatif pasar. Hal ini merembet pada berbagai bidang seperti perdagangan, teknologi, dan geopolitik.

Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan, Presiden AS Donald Trump bahkan akan mengambil tindakan pada perusahaan perangkat lunak China yang menimbulkan risiko keamanan nasional AS.

“Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melarang TikTok, aplikasi video populer yang dijalankan oleh ByteDance China,” jelas Ibrahim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Whats New
Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X