Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Kompas.com - 03/08/2020, 19:39 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi IHSG

Untuk saham big caps, transaksi Rp 97 miliar dalam sehari tidak terlalu besar. Sebaliknya untuk saham medium small caps, transaksi Rp 97 miliar berpotensi mengangkat harga saham mendekati/menembus auto reject atas.

Baca juga: Perusahaan asal China Dominasi Penghimpunan Dana Lewat IPO di Bursa Global

Sebaliknya untuk saham yang dikeluarkan dari indeks, maka skenario auto reject bawah juga mungkin terjadi.

Skenario ini terjadi karena umumnya penyesuaian terhadap anggota indeks saham yang baru masuk dilakukan 1 hari kerja sebelum efektif.

Jika penyesuaian dilakukan sebelumnya memang bisa, tapi karena komposisi indeks belum berubah bisa menyebabkan kinerja reksa dana indeks menyimpang dari indeks acuannya.

Semakin besar dana kelolaan Reksa Dana Indeks dan ETF dan atau semakin besar bobot suatu saham, maka semakin besar pula dampak evaluasi mayor 6 bulanan ini terhadap individu saham yang masuk dan keluar dari anggota indeks.

Berapa angkanya? Terus terang belum ada penelitiannya. Saya menduga ketika angka dana kelolaan Reksa Dana Indeks dan ETF di atas Rp 50 T dan bobot di atas 5 persen akan memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan saham.

Bagaimana dengan reksa dana saham selain Indeks dan ETF?

Reksa dana saham dengan pengelolaan aktif tidak memiliki kewajiban untuk meniru komposisi indeks acuan. Jadi jika ada saham yang diperkirakan akan masuk ke dalam suatu indeks dan berpotensi mengangkat harganya, reksa dana saham dapat melakukan penyesuaian lebih cepat.

Sebaliknya juga jika ada saham yang diperkirakan akan keluar dan harganya berpotensi jatuh, maka reksa dana saham dapat melakukan penyesuaian lebih cepat.

 

Baca juga: Berapa Porsi Portofolio Investasi Reksa Dana yang Tepat Saat New Normal?

Informasi mengenai saham mana yang masuk dan keluar biasanya sudah diketahui 2-3 minggu sebelum penyesuaian.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa masuk ke anggota IDX-30 atau LQ-45 bukan jaminan bahwa kinerja saham akan bagus. Ada saham yang setelah masuk mengalami kenaikan, ada juga malah sejak masuk negatif terus sampai dikeluarkan.

Dalam pasar modal, terkadang juga berlaku buy on rumor sell on news. Artinya harga saham naik ketika dirumorkan akan masuk, setelah menjadi anggota indeks, malahan harganya turun.

Untuk itu, manajer investasi yang melakukan pengelolaan reksa dana saham secara aktif lebih berfokus pada aspek valuasi dan fundamental perusahaan.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X